You are here
Home > Tulisan > Rohani > PERINGATAN EMPAT BENCANA YANG AKAN MENIMPA UMAT ISLAM

PERINGATAN EMPAT BENCANA YANG AKAN MENIMPA UMAT ISLAM

“Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.".(Q.S. At-Taubah: 51)
“Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.”.(Q.S. At-Taubah: 51)

Musibah merupakan ujian yang datang dari Allah SWT, yang pada hakekatnya setiap manusia tidak menginginkan kedatangannya, baik ujian kehilangan harta benda, kecelakaan, maupun kematian, baik ujian itu besar maupun kecil. Meskipun demikian, ujian itu tetap datang kepada setiap manusia, kapan saja dan dimana saja. Walaupun manusia lari dari musibah itu, ia pun tetap datang menghampirinya.

Hal itu dapat kita saksikan dalam kehidupan kita sehari-hari, Allah akan menguji kita, seperti contoh suatu keluarga yang kehilangan harta benda atau bangkrut usahanya, ada yang anggota keluarganya menderita sakit, tertimpa kecelakaan, bahkan kematian itu semua merupakan ujian dari Allah SWT. Akan lebih jelas lagi kalau kita pergi ke rumah sakit, di sana kita akan melihat orang-orang yang dirawat dalam jumlah yang cukup banyak dan dengan jenis penyakit yang berbeda beda, dari yang ringan sampai yang paling berat. Tidak ada satu pasienpun yang ingin tetap sakit dan dirawat, walaupun pasilitas yang tersedia seperti gedungnya bertingkat dan para petugasnya sopan dan ramah, tapi yakinlah pasti semua orang sakit ingin cepat sembuh dan pulang ke rumah masing-masing.

Setiap musibah, bila ditinjau dari segi takdir Allah SWT, memang terjadi atas izin dan ketentuan Allah. Tanpa izin dan ketentuan-Nya tidak mungkin musibah itu dapat terjadi. Hal ini sebagaimana tersebut dalam firman Allah di atas.

Bila dilihat dari sisi kemanusiaan serta dari segi hukum kausalitas (sebab –akibat), ternyata ada beberapa hal (faktor) berikut yang menyebabkan Allah SWT mendatangkan musibah kepada makhlukNya.

FAKTOR PERTAMA, karena kurang bersedekah atau tidak mau bersedekah sama sekali. Ia terlalu cinta dan sayang terhadap hartanya sehingga takut habis bila disedekahkan. Akhirnya, ia menjadi orang yang kikir. Bila dipandang sepintas lalu, bersedekah kepada orang lain itu memang mengurangi harta kekayaan, tetapi jika dipandang lebih jauh lagi, sedekah itu justru akan membawa keberkahan, menambah kekayaan lebih banyak, dan menyebabkan seseorang terhindar dari musibah. Ini karena seseorang yang senang bersedekah, itu akan di cintai, dibela, dan juga didukung usahanya oleh masyarakat. Dukungan masyarakat itulah yang menjadikan majunya usaha seseorang. Maka usaha seorang dermawan akan senantiasa selamat dari kehancuran dan kerugian dikarenakan do’a dan dukungan masyarakat. Sebaliknya, seorang yang kikir, enggan bersedekah, baik dengan hartanya maupun dengan jiwanya, untuk kepentingan umat, menyebabkan ia dibenci, dijauhi, dan boleh jadi didoakan jelek oleh masyarakat sekitarnya.
Dengan demikian, maka kekikiran (kebakhilan) membuka jalan bagi datang suatu musibah. Karena itu, marilah kita singkirkan jauh-jauh sifat kikir yang bersemayam di dalam dada dan kita suburkan dalam hati gemar bersedekah karena sedekah itu akan membendung lajunya golombang musibah. Rasulullah SAW bersabda,:

“Sedekah itu akan menutup tujuh puluh pintu keburukan (musibah).” (HR. At-Thabrani)

FAKTOR KEDUA yang mengakibatkan datangnya musibah kepada seseorang ialah karena ia kurang bersilaturahmi menyambung tali persaudaraan. Hal ini terjadi karena ia kurang memahami betapa pentingnya silaturahmi, bahkan mungkin menganggap silaturahmi sebagai suatu kegiatan yang mengganggu program kerjanya. Akibatnya, silaturahmi ia remehkan. Silaturahmi merupakan amal perbuatan yang diwajibkan dalam ajaran Islam. Karena, hal itu harus masuk ke dalam agenda program (catatan rencana) kegiatan hidup kita. Ini karena silaturahmi itu akan menumbuhkan kasih sayang yang mendalam di antara umat. Dengan kasih sayang itulah persatuan dan kesatuan dapat dibina, kedengkian dan kebencian dapat diobati, serta segala macam bencana dapat dihindari dan diatasi. Untuk itu marilah kita perbanyak silaturahmi dan kita agendakan dalam program hidup kita agar kita senantiasa memperoleh keberkahannya dan kelak akan dijauhkan dari segala bentuk bencana, bagaikan jauhnya timur dan barat.

Baca juga :  Hidup Berjalan Dengan Tuhan Yesus Kristus

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa ingin diluaskan rezekinya dan diperpanjang umurnya maka hubungkanlah tali silaturahmi (persaudaraan).” (HR. Bukhori dan Muslim).

Salah satu maksud dari panjang umur dalam hadist tersebut ialah banyak nikmatnya dan jauh dari segala bencana.

FAKTOR KETIGA yang menyebabkan terjadinya suatu musibah ialah karena melupakan Allah. Ingat bahwa ketika musibah itu di timpakan kepada orang yang taat kepada Allah SWT maka itu merupakan kasih sayang Allah SWT untuk memurnikan keimanan dan meninggikan derjat seorang hamba yang pantas kita syukuri, tetapi apabila musibah itu terjadi orang kafir atau dzolim maka itu merupakan azab atau siksa yang di segerakan semasih dia hidup. Maka apabila terlalu cinta terhadap urusan duniawi apalagi sampai dengan mempertuhankan harta benda. Bisa menyebabkan lupa kepada Allah dan bisa jadi semua perintah-Nya kita campakan.

Seseorang yang melupakan Allah dan perintah-Nya, suatu saat akan datang bencana kepadanya, cepat maupun lambat, Satu contoh nyata misalnya, seseorang yang melakukan zina atau homoseks, suatu saat Allah akan mendatangkan penyakit yang berbahaya, seperti sipilis dan AIDS.

FAKTOR KEEMPAT yang menjadikan musibah datang kepada seseorang ialah karena ia hidup dilingkungan kemaksiatan atau ia suka bergaul dengan orang-orang yang suka berbuat maksiat.
Pepatah mengatakan apabila kita duduk dengan penjual minyak wangi maka kita akan kecipratan bau wangi, tetapi jika kita duduk dekat pandai besi maka kita akan merasakan panas apinya artinya apabila kita berteman dengan ulama maka Inysa Allah kita akan dapat ilmu agama, tetapi apabila kita bergaul dengan pencuri tidak menutup kemungkinan kita juga akan menjadi pencuri.

Seseorang yang hidup di lingkungan kemaksiatan atau bergaul dengan orang yang suka berbuat maksiat, bila Allah menimpakan musibah kepada mereka yang berbuat maksiat maka orang-orang baik yang berada di dekatnya pun ikut terkena musibah Contoh bila ada bencana banjir, semua orang yang ada di daerah banjir itu, tak terkecuali, akan ikut tertimpa pula. Atau setidak-tidaknya orang yang bergaul dengan orang buruk, ia akan ikut terkenal buruk. (staf Rohis Bintaldam XVII/Cenderawasih)

DEMIKIAN SEMOGA ADA MANFAATNYA.

 

One thought on “PERINGATAN EMPAT BENCANA YANG AKAN MENIMPA UMAT ISLAM

Leave a Reply

*

Top