You are here
Home > tes > Peringati Isra’ Mi’raj Tahun 2016, PHBI Kab. Kep. Yapen Bersama Pemda Kab. Kep. Yapen Gelar Baksos Khitan Massal

Peringati Isra’ Mi’raj Tahun 2016, PHBI Kab. Kep. Yapen Bersama Pemda Kab. Kep. Yapen Gelar Baksos Khitan Massal

Yapen – Memperingati Isra’ Mi’raj tahun 2016, PHBI Kab. Kep. Yapen dan Pemda Kab. Kep. Yapen menggelar kegiatan bhakti sosial khitan massal di halaman Masjid Al Muhajirin Kab. Kep. Yapen. Dalam kegiatan ini, panitia baksos mengandeng Poskes Kodim 1709/Yawa dan RSUD Serui, Yapen. Kamis (05/05).

Sebanyak 135 orang anak usia sekolah mengikuti kegiatan khitan massal ini, mereka umumnya datang didampingi orang tua dan keluarganya. Dalam kegiatan ini, RSUD Serui menurunkan tenaga dokter sebanyak 4 orang dibantu 5 orang perawat, dan dari Poskes Kodim 1709/Yawa sebanyak 6 orang tenaga medis dipimpin Serka Saidi, Kaposkes Kodim 1709/Yawa.

Adapun teknik yang digunakan dalam khitan massal ini adalah menggunakan teknik biasa atau dengan menggunakan Elektrocauter (memotong dengan listrik) atau yang dikenal dengan Sunat Laser.

Serka Saidi mengatakan, Khitan merupakan bagian dari syariat Islam. Khitan dalam agama Islam termasuk bagian dari fitrah, dimana Rasulullah Muhammad SAW bersabda : “Fitrah itu ada lima perkara : khitan, mencukur bulu kemaluan, menggunting kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur kumis “  (H.R Muslim 257).

Serka Saidi juga menambahkan , banyak manfaat khitan dari segi medis bagi laki-laki, yaitu :

  1. Lebih Higienis (sehat), karena lebih mudah membersihkan kemaluan (penis) dari pada yang tidak sunat. Memang, mencuci dan membasuh kotoran yang ada di bawah kulit depan kemaluan orang yang tidak disunat itu mudah, namun khitan dapat mengurangi resiko infeksi bekas air kencing. Menurut penelitian medis, infeksi bekas urine lebih banyak diderita orang yang tidak disunat. Infeksi yang akut pada usia muda akan berakibat pada masalah ginjal di kemudian hari.
  2. Mengurangi resiko infeksi yang berasal dari transmisi seksual. Pria yang dikhitan memiliki resiko lebih rendah dari infeksi akibat hubungan seksual, termasuk HIV/AIDS. Walaupun seks yang aman tetap penting.
  3. Mencegah problem terkait dengan kemaluan. Terkadang, kulit muka kemaluan yang tidak dikhitan akan lengket yang sulit dipisah. Dan ini dapat berakibat radang pada kepala kemaluan (Hasyafah).
  4. Mencegah kanker kemaluan (Penile Cancer). Kanker kemaluan tergolong jarang terjadi, apalagi pada kemaluan yang disunat. Di samping itu, kanker leher rahim (Cervical Cancer) lebih jarang terjadi pada wanita yang bersuamikan pria yang dikhitan.
Baca juga :  Pertandingan Sepak Bola Perdana Dalam Rangka HUT RI Ke-71

Disamping itu banyak manfaat secara medis, khitan juga merupakan bagian dari Syariat Islam yang harus ditunaikan setiap laki-laki Muslim sebagai bentuk keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Pada akhir kegiatan Pemda Kab. Kep. Yapen memberikan bingkisan berupa uang sebesar Rp. 500.000 dan kain sarung kepada 135 orang anak yang mengikuti khitan massal tersebut. (Prd/Cen).

Leave a Reply

*

Top