You are here
Home > Tulisan > Rohani > Peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Dalam surah Al-Isra’ 17:1 yang artinya “bahwa Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Yah.. itulah salah satu bukti tanda kebesara Allah SWT. Bahwa peristiwa Isra Mi’raj itu merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW yang dilakukan pada malam hari atas perintah Allah SWT, dari Masjid al-Haram ke Masjid al-Aqsha dan kemudian dilanjutkan ke Sidrat al-Muntaha guna menghadap kepada Allah SWT. Isra Mi’raj ini merupakan salah satu momentum yang sangat penting bagi umat Islam karena pada saat itu Nabi Muhammad SAW mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan ibadah sholat lima waktu.

Sholat lima waktu ini dikerjakan dalam waktu sehari semalam yang berjumlah 17 rakaat dan terdiri dari sholat subuh 2 rakaat, dzuhur 4 rakaat, ashar 4 rakaat, magrib 3 rakaat dan isya 4 rakaat. Sholat merupakan kegiatan umat Islam yang wajib dikerjakan dan merupakan pondasi bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan di dunia, dimana apabila pondasi keimanan seseorang itu kuat maka ia mampu menjalani kehidupan dengan baik.

Peristiwa Isra Mi’raj terjadi pada tahun pertama sebelum hijrah, yaitu antara tahun 620-621 M. Menurut a-Allamah al-Manshurfuri, Isra Mi’raj terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian. Awal perjalanan Rasulullah dimulai dari Rasulullah mengendarai buraq bersama Jibril, lalu Jibril berkata, “turunlah dan kerjakan shalat”.

Rasulullah pun turun dan Jibril berkata, “dimanakah engkau sekarang?”

“tidak tahu”, kata Rasul.

“Engkau berada di Madinah, disanalah engkau akan berhijrah”, kata Jibril.

Selanjutnya perjalanan dilanjutkan ke Syajar Musa (Masyan) tempat penghentian Nabi Musa ketika lari dari Mesir, kemudian kembali ke Tunisia tempat Nabi Musa menerima wahyu, dilanjutkan ke Baitullhmi (Betlehem) tempat kelahiran Nabi Isa AS dan diteruskan ke Masjidil Aqsha di Yerussalem sebagai Kiblat nabi-nabi terdahulu.

Ada beberapa peristiwa-peristiwa yang terjadi pada saat Isra Mi’raj namun tidak banyak orang yang mengetahui tentang hal tersebut, yaitu :

–          Pembelahan dada Nabi Muhammad SAW yang kemudian disucikan dengan air zamzam oleh Malaikat jibril di samping Ka’bah sebelum berangkat ke Yerussalem.

–          Nabi Muhammad SAW menjadi imam atas nabi-nabi terdahulu ketika shalat sunnah dua rakaat di Masjid Al-Aqsha.

–          Malaikat Jibril datang membawa dua gelas minuman yang berisi susu dan arak. Nabi Muhammad SAW memilih susu yang mengisyaratkan bahwa umat islam tidak akan tersesat.

Baca juga :  Rohani Khatolik : Masa Prapaskah & Masa Paskah

–          Di langit pertama, Nabi Muhammad SAW bertemu Nabi Adam As

–          Di langit kedua bertemu Nabi Isa As dan Nabi Yahya As

–          Di langit ketiga bertemu Nabi Yusuf As

–          Di langit keempat bertemu Nabi Idris As

–          Di langit kelima bertemu Nabi Harun as

–          Di langit keenam bertemu Nabi Musa As

–          Dan di langit ketujuh bertemu Nabi Ibrahim As

–          Saat mendapatkan perintah shalat, Nabi Muhammad SAW selalu berdiskusi dengan Nabi Musa As di langit keenam tentang bilangan shalat dalam sehari.

Dari peristiwa inilah yang kemudian perintah shalat menjadi ibadah yang wajib bagi umat Islam dan memiliki keistimewahan tersendiri jika dibandingkan dengan ibadah wajib lainnya. Ada beberapa hal penting yang dapat kita jadikan pedoman dari peristiwa Isra Mi’raj yaitu :

Pertama, adanya penderitaan dalam perjuangan yang disikapi dengan kesabaran yang dalam.

Kedua, kesabaran yang berbuah balasan dari Allah berupa perjalanan Isra Mi’raj dan perintah shalat.

Ketiga, shalat menjadi senjata bagi Rasulullah SAW dan kaum Muslimin untuk bangkit dan merebut kemenangan.

Seperti halnya yang terdapat dalam ayat Al-Quran yang berbunyi “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.”

Menyikapi hal tersebut, mengingatkan kita untuk selalu ingat kepada Allah SAW sebagai Sang Pencipta yang telah memberi segala rahmat dan nikmat bagi kita dalam bentuk apapun, sehingga seharusnya kita selalu menjalankan kewajiban kita sebagai umat Islam dengan menjalankan shalat lima waktu secara rutin karena itu sudah menjadi kewajiban bagi kita dan juga untuk mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.

Marilah kita tingkatkan kesadaran untuk lebih tekun menjalankan rukun Islam yang ke dua yaitu mengerjakan sholat lima waktu sebagai wujud ketaqwaan kepada Allah SWT karena yang akan dihisab di akhirat nanti adalah Sholat. Sholat memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan ibadah-ibadah wajib lainnya.

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top