You are here
Home > Tulisan > Pesona Alam di Ujung Timur “Bumi Wasur”

Pesona Alam di Ujung Timur “Bumi Wasur”

Terletak di ujung paling timur dari Indonesia berbatasan langsung Papua New Guinea, Taman Nasional Wasur merupakan perwakilan dari lahan basah yang paling luas di Papua dan sedikit mengalami gangguan oleh aktivitas manusia.

Sekitar 70% dari luas kawasan taman nasional berupa vegetasi savana, sedang lainnya berupa vegetasi hutan rawa, hutan musim, hutan pantai, hutan bambu, padang rumput dan hutan rawa sagu yang cukup luas.

Keanekaragaman hayati bernilai tinggi dan mengagumkan di Taman Nasional Wasur, menyebabkan kawasan ini lebih dikenal sebagai “Serengiti Papua”.

Terletak di kabupaten Merauke, Kabupaten di selatan Papua ini merupakan Taman Nasional yang sangat alami dan indah, Taman Nasional Wasur memang sangat terkenal bagi siapa saja yang pernah berkunjung ke Merauke kota Rusa, daerah yang luas nan subur dengan keindahan alam yang luar biasa, bagaikan tanah surga yang terhampar di ujung Nusantara.

Alam Wasur punya dua wajah seiring pergantian musim. Masa transisi terjadi saat skala peralihan musim, rawa yang berlimpah air saat musim hujan perlahan mengering menyisakan tanah retak dan genangan air di tengah padang.

Bunga-bunga kuning pohon Bansia bermekaran menghiasi rawa menyambut musim panas. Burung-burung air berdatangan mencari makan di air berlumpur. Cuaca yang panas menjadi sejuk lantaran tersapu udara dingin yang berhembus dari Benua Australia.

Pada puncak musim panas, Kangguru, Rusa, Babi hutan, dan avifauna mengunjungi rawa dan sungai yang masih berair. Inilah saat tepat mengintip dengan memanjaklan mata melihat kehidupan satwa liar Papua.

Taman Nasional Wasur adalah lahan basah nan luas, yang menjadi habitat penting bagi burung-burung migran. Saat musim dingin di Australia dan Selandia Baru, naluri menuntun mereka bermigrasi menuju Wasur yang memberi kehangatan dan sumber pakan.

Baca juga :  Bazar Murah Kodam XVII/Cenderawasih

Peristiwa tahunan ini dapat disaksikan antara lain di Rawa Dogamit. Rawa-rawa akan disesaki kawanan burung Trinil Pantai, Camar Angguk Hitam, Undan Kacamata, Dara Alut Jambon, Kirik-Kirik Australia, Dara Laut Tengkuk Hitam dan Dara Laut Kecil.

Pelestarian Wasur selaras dengan nilai-nilai lokal, yang dicuplik menjadi moto Kabupaten Merauke : Izakod Bekai Izakod Kai yang mempunyai arti Satu Hati Satu Tujuan.

Suku-suku lokal memang memegang teguh hukum adat untuk menjaga hubungan masyarakat dengan alam. Dengan merawat dan menghargai alam maka masyarakat yakin akan kelestarian alam demi anak cucu mereka.

Alam wasur memang membawa pesona yang luar biasa, setiap siapa saja yang datang pasti akan terpesona. Hal ini berkat hubungan yang baik antara warga masyarakat sekitar dalam menjaga kelestarian dan kealamian di Bumi Wasur.

Kita semua yakin bahwa bukan hanya manusia yang dihargai, akan tetapi Alam dan seluruh isinya juga patut kita hargai dan kita jaga agar di masa yang akan datang anak cucu masih melihat keindahan di Ujung Bumi Nusantara. (Prd/Cen)

Leave a Reply

*

Top