You are here
Home > Alat Utama Sistem Senjata > Power Of Gian Bow 23 mm

Power Of Gian Bow 23 mm

GIAN BOW adalah salah satu senjata penangkis serangan udara jarak sedang milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. Senjata ini merupakan salah satu senjata yang digunakan oleh Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Angkatan Darat untuk melumpuhkan serangan udara.

Gian Bow sendiri merupakan salah satu senjata yang dikategorikan Twin Gun, karena  memiliki laras ganda. Senjata ini merupakan senjata yang sangat efektif untuk melawan sasaran udara yang terbang rendah, selain itu, senjata ini juga memiliki mobilitas yang sangat tinggi dalam pengoprasianya, meriam Gian Bow ini sendiri mampu menjatuhkan berbagai jenis Helikopter tempur dan pesawat.

Senjata ini memiliki Kecepatan luncur proyektil 970 meter per detik untuk jarak tembak, untuk sudut vertikal maksimum 1.500 meter, dan sudut horizontal maksimum 2.000 meter. Kekuatan ini cukup Untuk merontokkan pesawat atau Helicopter, sudah merupakan keharusan memiliki kecepatan tembak yang spektakuler, secara teori disini 1.500 – 2.000 proyektil dapat ditembakkan dalam waktu 1 menit.

KARAKTERISTIK GIAN BOW :

  • Produksi : Norinco, Cina
  • Kaliber : 23 mm
  • Jenis amunisi : HEI-T dan API-T
  • Jumlah laras : 2 Buah
  • Kecepatan awal : 970 m/detik
  • Jarak Maksimal Vertical : 1500 m
  • Jarak Masksimal Horizontal : 2000 m
  • Rata- rata tembakan : 600 – 2000 butir/menit
  • Sudut Elevasi : – 5 sampai 90 derajat
  • Lebar SiapTempur Roda Terlipat : 2,88 meter
  • Lebar Siap Angkut : 1,83 meter
  • Sudut Putar : 360 derajat
  • Berat Total : 1250 Kg
  • Tinggi Dalam keadaan terkunci : 1,22 meter
  • Tinggi Siap Angkut : 1,83 meter
Baca juga :  Bekangdam XVII/Cenderawasih Laksanakan Uji Fungsi Rompi Anti Peluru Level 4 Dan Helm Anti Peluru Level 3A

Dalam pengoprasianya Gian Bow 23 mm ini dapat di operasikan dalam tiga mode yakni:

  1. Mode Otomatis Penuh :
  • Pengoperasian ini dikendalikan secara penuh dan otomatis melalui perangkat dalam kendaraan BCV ( Battery Command Vehicle ) yang merupakan FCS ( Firing Control System ) untuk penembakan meriam ini.
  1. Mode semi otomatis :
  • Pengoperasian ini dikendalikan dengan dukungan tenaga listrik dari baterai yang di miliki meriam itu sendiri.
  1. Mode manual yaitu di kendalikan oleh awak meriam :
  • Pengoperasianya di kendalikan oleh awak meriam.

Sebagai salah satu senjata modern, Giant Bow juga memang dapat disandingkan dengan kendaraan BCCV (Battery Command & Control Vehicle) dapat dikendalikan sebanyak 4 sampai 8 pucuk secara bersamaan dari jarak jauh. Dalam pengoprasiannya bersama BCCV setiap pucuk tidak memerlukan jasa dari juru tembak, semua keputusan tembakkan dilakukan secara terpusat dari truk komando BCCV. Saat ini Arhanud TNI AD memiliki 18 Unit yang tersebar di Satuan Arhanud seluruh Indonesia.

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top