You are here
Home > Pengetahuan > Militer > Korps Infanteri “Queen of the Battle”

Korps Infanteri “Queen of the Battle”

Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki pasukan-pasukan kebanggaan di dalam jajarannya. Pasukan Korps Infanteri adalah salah satunya. Infanteri yang dikenal dengan pasukan jalan kaki merupakan pasukan tempur TNI AD yang dilengkapi dengan persenjataan ringan, serta dilatih dan disiapkan untuk melaksanakan pertempuran.

Hanya orang-orang yang disiplin, tekun, penuh semangat, dan bermental baja serta memiliki stamina fisik yang prima yang mampu mengikuti pendidikan lanjutan ini. Pasukan ini merupakan pasukan terbesar dan utama TNI AD. Pasukan ini mempunyai Batalyon Infanteri atau yang biasa disebut Yonif yang merupakan satuan dasar tempur TNI di bawah Brigade dan resimen.

Infanteri berasal dari kata infant yang berarti kaki, hal ini menggambarkan para tentara muda yang berjalan kaki di sekeliling para kesatria yang menunggang kuda atau kereta. Oleh karena itu seorang infanteri harus memiliki kemampuan berkelahi, menembak, dan bertempur dalam segala medan dan cuaca. Pasukan infanteri modern dapat diangkut ke daerah pertempuran dengan pesawat terbang, kapal/perahu, truk, kendaraan lapis baja, atau helikopter.

Infanteri mempunyai suatu semboyan yaitu Yudha Wastu Pramuka  yang mana di tiap-tiap kata memiliki suatu makna atau arti.

  1. Yudhawara   : Pelaksanaan atau alat perang.
  2. Pramuka        : Secara harfiah berarti paling depan atau secara wujud berarti termuka.

Maka arti dari Yudha Wastu Pramuka adalah pelaksana atau alat perang yang terdepan serta alat perang yang utama. Batalyon Infanteri (Yonif) merupakan bagian taktis dan dapat juga berdiri sendiri dengan tugas taktis dan administrasi.

Di Indonesia terdapat sebanyak 94 Batalyon Infanteri yang tersebar di tiap-tiap penjuru Indonesia. Jumlah pasukan yang ada dalam Batalyon ±700 sampai dengan 1.000 personel. Yonif ini terdiri dari beberapa unsur yaitu, sebuah markas Batalyon, Kompi Markas (yang terdiri dari Peleton Angkutan, Kesehatan, Komunikasi atau Perhubungan, Perbekalan dan lainnya), Kompi Senapan (yang terdiri dari 3 Kompi) dan Kompi Bantuan (Mengoperasikan senapan mesin berat, mortir).

Setiap Batalyon dipimpin oleh seorang Mayor Senior ataupun Letnan Kolonel. Batalyon biasanya terdiri dari 3-6 Kompi yang dipimpin oleh Komandan Kompi (Danki).

Baca juga :  Dandim 1704/Sorong Berikan Jam Komandan

Korps Infanteri sendiri memiliki beberapa Tradisi Korps, antara lain :

  1. Tradisi Korps Pengukuhan Prajurit TNI, tradisi ini ditujukan bagi personel/siswa/pelajar yang melaksanakan pendididkan pertama di Pusdikif maupun Rindam sebagai prajurit Korps Infanteri dengan harapan ada rasa kebanggaan sebagai Prajurit Infanteri.
  2. Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya. Guna menumbuhkan jiwa korsa dan rasa bangga terhadap Korps Infanteri maka perlu adanya Tradisi Korps Infanteri Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya. Melalui kegiatan ini diharapkan akan timbul rasa persatuan dan kesatuan dan rasa kebersamaan yang terjadi antara sesama prajurit yang dalam kondisi capek, lelah, haus, mereka harus berjuang bersama untuk mempertahankan keutuhan satuannya sampai kesasaran, hal ini akan membawa rasa bangga yang tinggi sebagai prajurit Infanteri.
  3. Peringatan Hari Infanteri/Hari Juang Kartika. Tradisi ini ditujukan bagi Korps Infanteri yang dilaksanakan setiap tanggal 19 Desember yang sebelumnya dilakukan rangkaian kegiatan mulai Karya Bakti bersama masyarakat, lomba Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya, hingga peringatan Hari Infanteri yang jatuh pada tanggal 19 Desember.

Pada saat ini pasukan infanteri termasuk dalam bagian organik dari kesatuan lapis baja atau kesatuan mobil udara. Namun, apabila terlibat dalam pertempuran baik dalam keadaan menyerang maupun bertahan, mereka akan bertempur di luar kendaraan sebagai pasukan pejalan kaki.

Terdapat sebuah istilah bagi prajurit Korps Infanteri yang dikenal dengan istilah “Queen of the Battle”, dimana suatu sasaran atau wilayah belum dapat dikatakan berhasil direbut apabila belum diduduki dan dikuasai oleh satuan Infanteri.

Itulah sekilas tentang Korps Infanteri yang menjadi suatu Korps terdepan dan menjadi kebanggaan dalam jajaran TNI AD. (prd/cen)

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top