You are here
Home > Tulisan > Alat Utama Sistem Senjata > Rantis Komodo 4×4, Meneruskan Tuah Sukses Anoa 6×6

Rantis Komodo 4×4, Meneruskan Tuah Sukses Anoa 6×6

Setelah sukses dengan varian panser 6×6 Anoa, Pindad ditantang oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk merancang kendaraan taktis (rantis) berpenggerak 4×4 untuk kebutuhan manuver pasukan TNI dan anggota Polri. Tantangan ini pun segera ditindaklanjuti oleh tim dari divisi kendaraan khusus PT Pindad dengan merancang desain yang diadopsi dari contoh beberapa rantis terkenal di dunia. Prototipe dari desain yang terpilih segera dibuat dan bertepatan dengan ajang Indo Defence 2012, Presiden SBY meresmikan rantis tersebut dengan memberi nama “Komodo”. Pemberian nama ini bukan tanpa alasan, Pak SBY berharap rantis ini nantinya akan sekuat hewan komodo. Seperti kita ketahui, komodo merupakan hewan prasejarah yang masih bisa bertahan sampai saat ini setelah melewati proses evolusi alam yang sangat ekstrim. Komodo juga merupakan hewan khas Indonesia yang hanya ada di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur.

Sekilas bentuk Komodo mirip dengan rantis Humvee yang digunakan oleh militer Amrika Serikat. Dalam merancang dan mengembangkan Komodo, para teknisi PT Pindad tetap berpegangan pada pakem pengembangan rantis yang selama ini mereka anut. Pertama adalah mobility, yaitu kemampuan kendaraan dalam bergerak menghindari serangan musuh dan manuver di medan yang sulit dan ekstrim. Hal ini dibuktikan dengan kemampuan mesin yang mumpuni, massa kendaraan yang tidak terlalu berat dan penggerak roda 4×4. Kedua adalah survivability, yaitu ketahanan kendaraan dalam menerima serangan dan tembakan musuh. Kemampuan ini ditandai dengan pengaplikasian baja anti peluru (bulletproof) di sekujur body kendaraan dan juga kaca tebal anti peluru. Ketiga adalah fire power, yaitu kemampuan melakukan serangan/tembakan terhadap musuh.

Secara umum, Komodo mempunyai dimensi panjang: 5.650 mm, lebar: 2.250 mm dan tinggi: 2.150 mm. Pada keadaan standar, rantis ini mempunyai berat kosong 5.800 kg, sedangkan berat tempurnya adalah 7.300 kg. Komodo mampu memuat 5 penumpang dengan konfigurasi 2 di baris depan dan 3 di baris belakang. Untuk menunjang kemampuan offroad, Komodo dirancang dengan penggerak 4×4 dan ground clearance  yang cukup tinggi yaitu 440 mm.

Performa Komodo ditunjang dengan mesin diesel turbo intercooler 6 silinder segaris bertenaga 215 PS pada 2500 RPM. Transmisi menggunakan transmisi manual dengan 6 percepatan maju dan 1 mundur. Dengan spesifikasi ini, Komodo mampu melaju dengan kecepatan maksimal 80 km/h pada jalan datar, 50 km/h pada medan offroad dan 100 km/jam pada jalan raya. Rantis ini juga mempunyai kemampuan melewati tanjakan 60% (31ᴼ), medan miring 30% (17ᴼ), kedalaman 0,75 meter, rintangan vertikal 0,40 meter dan parit 0,5 meter.. Dibekali dengan tangki BBM berkapasitas 200 liter, Komodo mampu bergerak sepanjang ±450 km.

Baca juga :  Bagaimana Cara Merawat dan Meng gunakan Laptop Yang Baik?

Urusan fitur standar, Komodo dilengkapi dengan winch berkekuatan 2 ton yang berguna untuk menyelamatkan kendaraan ini maupun kendaraan lain ketika terjebak di medan yang sulit. Untuk kenyamanan prajurit, rantis dilengkapi dengan air conditioner. Fitur standar lain adalah pemadam kebakaran, pioneer set, toolkit pengemudi, lampu combat, klakson, lampu peta, towing hook dan jaring kamuflase. Selain fitur standar, PT Pindad juga menawarkan fitur opsional, antara lain: Komunikasi (AM, FM Radio dan Intercom Set ; 2x12V-100 Amp baterai) , GPS, NVG, Add -on Keramik lapis baja sebagai tambahan pelindung anti peluru ; Amament/dudukan senjata berkaliber 7,62 mm, dan RCWS ( Remote Control Weapon System).

PT Pindad menyediakan beberapa varian Komodo sesuai dengan kebutuhan, yaitu: Armoured Personnel Carrier (APC/angkut personel), Command (kendaraan komandan), Recon (pengintaian), Ambulance, Battering Ram (pendobrak, digunakan oleh Gultor Kopassus), Cannon Towing (penarik meriam) dan Rocket Launcher (peluncur roket). Untuk saat ini, Komodo telah digunakan oleh TNI AD dan Polri dengan spesifikasi dan fitur yang berbeda. Selain itu, dalam beberapa kesempatan pameran, kabarnya rantis buatan anak negeri ini telah dilirik oleh militer beberapa negara. Semoga Komodo mampu meneruskan sukses sang kakak, yiatu Anoa 6×6. Dan kehadiran Komodo di TNI mampu mewujudkan TNI yang lebih kuat dan disegani oleh negara lain. Salam Pertahanan!! (MH/Cen)

Referensi & Foto : Pindad

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top