You are here
Home > Pengetahuan > Referensi > Resensi Film : Habibie – Ainun

Resensi Film : Habibie – Ainun

Judul Resensi                : Cinta Sejati

Judul Film                      : Habibie – Ainun

Sutradara                       : Faozan Rizal

Editing                           : Wawan I Wibowo

Rumah Produksi             : MD Entertainment

Tahun Pembuatan           : pertama, 2012

Durasi                            : 2 jam, 15 detik

B.J Habibie seorang presiden ke 3 Republik Indonesia adalah salah satu tokoh yang sangat membanggakan bagi rakyat Indonesia. Di saat kebanyakan tokoh Negara terlalu sibuk dengan kampanye politik, berbeda dengan B.J. Habibie yang justru sibuk memikirkan bagaimana caranya memajukan Indonesia dengan ilmu dan teknologi yang bisa dikembangkannya. Namun dalam film ini akan lebih menceritakan tentang kisah nyata perjalanan cinta pertama dan terakhir Habibie, Kisah tentang Habibie dan Ainun.

Film berjudul Habibie – Ainun ini merupakan film yang diangkat langsung dari buku biografi yang ditulis sendiri oleh Habibie, dalam kisah ini akan menyuguhkan kisah cinta yang romantis antara Habibie yang diperankan oleh Reza Rahadian dengan Ainun yang diperankan oleh Bunga Citra Lestari. Kisah cinta ini bermula dari  bertemunya  kembali Habibie dan Ainun yang merupakan teman sewaktu SMP setelah 7 tahun tidak bertemu, dimana mereka dipertemukan kembali di kediaman keluarga Basari (Keluarga Ainun).

Bagi Habibie, Ainun itu semanis gula (gula jawa) dan seketika itu Habibie jatuh cinta kepada Ainun. Tapi Ainun tak sekedar jatuh cinta, dia iman pada visi dan mimpi Habibie. Mereka menikah dan kemudian Habibie membawa Ainun untuk ikut ke Jerman.

Baca juga :  Pak Guru

Punya mimpi itu tak mudah dan Habibie bersama Ainun tahu itu. Cinta mereka terbangun dalam perjalanan mewujudkan mimpi. Dinginnya salju Jerman, pengorbanan, rasa sakit, kesendirian serta godaan harta dan kuasa saat mereka kembali ke Indonesia mengiringi perjalanan hidup dua insan menjadi satu.

Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya. Namun di dalam setiap kisah pasti mempunyai akhir, dan setiap mimpi pasti ada batas.

Di dalam kronologis film ini menggunakan alur maju dari awal hingga akhir cerita dimana film ini lebih mengarah ke kisah percintaan antara Habibie dan Ainun yang di mulai dari bertemu hingga kepergiaannya ibu Ainun karena kanker yang di deritanya.

Film yang berdurasi 2 jam 15 detik ini sudah cukup bagus, settingnya juga bagus dan cukup memanjakan mata bagi para penonton. (prd/cen)

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top