You are here
Home > Pengetahuan > Referensi > Resensi Film “Luntang-lantung”

Resensi Film “Luntang-lantung”

Judul Film                 : “Luntang Lantung”

Produser                    : Novita Sumargo

Sutradara                  : Fajar Nugros

Penulis Naskah       : Alim Sudio

Actor dan Aktris        : Dimas Anggara, Kimberly Ryder, Lolox, Dhea Seto, Muhadkly Acho, Nugroho Achmad, Ge Pamungkas, Soleh Solihun, Joe P Project, Ence Bagus, Lina Kim

Dimas Anggara yang berperan sebagai Ari Budiman bersama dua sahabatnya, Togar Simanjuntak (Lolox) dan Suketi (Muhadkly Acho), mereka berhadapan dengan urusan klasik setelah selesai kuliah, yaitu mencari pekerjaan. Suketi diterima sedangkan Ari malah tidak diterima, sementara Togar memilih untuk berwirausaha dengan membuka bengkel.

Luntang lantung dalam mencari pekerjaan membuat Ari down. Tiur (Dhea Seto), adik Togar yang manis, terus memberi semangat kepada Ari hingga akhirnya Ari menerima kerja di Glory Oil. Ari mengira bahwa ini perusahaan minyak besar. Ternyata hanya distributor oli yang dulunya toko bernama Oli Jaya. Jadi, Ari bekerja sebagai sales oli yang keluar masuk bengkel menawarkan oli jualannya.

Setelah mengalami sulitnya jadi sales oli, Ari dipanggil untuk mengisi posisi Manager IT. Ternyata, HRD perusahaan itu salah menghubungi orang yang seharusnya Ari Budiman yang lain. Kesalahan yang tidak disengaja ini dimanfaatkan oleh Ari.

Sebagai Manager IT, kini Ari punya anak buah, gaji besar, ruang kerja, dan yang lebih penting lagi gadis cantik bernama Bella (Kimberly Ryder) yang selalu menggodanya di kantor.

Tanpa disadarinya, semua itu membuat seorang Ari Budiman menjadi berubah. Tiur yang selama ini selalu mendampinginya, memilih untuk pulang ke Medan. Persahabatan dengan Togar dan Suketi perlahan mulai menjauh.

Baca juga :  Jenderal Nasution, Sang Ahli Strategi Perang Gerilya Kelas Dunia

Hingga akhirnya Ari Budiman memutuskan untuk mengembalikan hidupnya yang hilang dan ingin kembali bersama teman – temannya dan Tiur.

Film ini memberikan suatu motivasi bagi para pemuda yang telah menyelesaikan study sampai tingkat sarjana untuk tidak berputus asa dalam mencari pekerjaan. Selain itu juga memberikan pelajaran agar tidak terlena dengan pekerjaan sehingga lupa dan menjauh dari orang-orang terdekat atau teman disaat kita susah maupun senang.

Ingatlah bahwa menjadi orang sukses bukan berarti menjadi orang yang sombong, tetapi semakin sukses belajarlah untuk semakin merendah agar orang-orang disekitar kita tidak menjauh dari kita, tetapi semakin dekat untuk mendukung pekerjaan kita.

Diharapkan dengan menonton film “Luntang Lantung” ini dapat memberikan banyak pelajaran bagi kita khususnya para pemuda dan juga bisa menghibur kita sebagai penonton. Selain itu bagi yang sudah mempunyai anak dapat memberikan motivasinya kepada anaknya agar ke depan nantinya dapat meniru perilaku-perilaku yang baik yang dapat menuntun menuju kesuksesan.

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top