You are here
Home > Berita > Sail Raja Ampat Tahun 2014 di Waisai, Papua Barat

Sail Raja Ampat Tahun 2014 di Waisai, Papua Barat

Sail Raja Ampat pada hari Sabtu tanggal 23 Agustus 2014 resmi dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono yang bertempat di pantai Waisai, Raja Ampat, Papua Barat.

Presiden beserta rombongan pejabat yang didampingi Kabinet Indonesia Bersatu jilid II disambut dengan Tari Batik Raja Ampat dan pergelaran batik khas Raja Ampat.

Acara sail Raja Ampat yang merupakan acara tahunan sail Indonesia tidak kalah meriahnya dengan acara sail-sail sebelumnya yang pernah diselenggarakan seperti Sail Bunaken pada tahun 2009, Sail Banda 2010, Sail Wakatobi – Belitung tahun 2011, Sail Morotai pada tahun 2012, dan Sail Komodo pada tahun 2013.

Dalam sail Raja Ampat ini diikuti oleh tak kurang dari 3.000 pengunjung dari seluruh nusantara dan dari Malaysia, Australia, Belanda, Thailand, Filipina, Amerika Serikat, dan banyak lagi.

Pada kesempatannya Gubernur Abraham Atururi mengucapkan selamat datang di Raja Ampat kepada presiden SBY, beserta Para menteri Indonesia Bersatu jilid II. Gubernur mengatakan berdasarkan keputusan Presiden no 10 tahun 2014 acara sail raja ampat ini digelar. Gubernur juga menyampaikan apresiasi yang setinggi – tingginya bagi para pejabat yang ikut serta mensukseskan Sail raja ampat, Gubernur berharap warisan alam yang ada di Papua harus selalu dijaga dan tetap dilestarikan, dengan begitu perkembangan kesejahteraan ekonomi masyarakat, sehingga Papua akan menjadi destinasi utama pariwisata internasional.

Gubernur Papua Barat juga berharap agar Raja Ampat akan menjadi salah satu tujuan wisata dunia. Dalam hal ini, Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono juga menyampaikan bahwa saat ini Raja Ampat menjadi salah satu dari tujuh kawasan yang diusulkan sebagai global geopark United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Enam lainnya adalah Merangin, Kerinci, Sorolangun di Jambi, Pegunungan Sewu, Danau Toba, Pangandaran, Bandung Utara, Parahyangan, dan Maros, Sulawesi Selatan.

Baca juga :  KASDAM XVII/CENDERAWASIH BUKA LATIHAN PRATUGAS TAHAP II DAN III KOMPI PENGAMANAN DAERAH RAWAN

Pelaksanaan Sail Raja Ampat ini sangat meriah karena menampilkan berbagai rangkaian kegiatan seperti Pelayanan Sosial Kesehatan dan Lingkar Nusantara IV Sailing, Desa Bangunan, Archipelago Youth Sailing, Yacht Rally, Seminar Nasional dan Internasional, Potensi Pengembangan Pariwisata, Kreatif Pengembangan Kebudayaan dan Ekonomi, olahraga laut, potensi daerah pameran, dan lain-lain.

Dari jajaran Komando Armada Timur (Armatim) menampilkan 20 kapal perang untuk menyemarakkan kegiatan bahari level internasional ini di Papua Barat. Salah satu armada yang mengawali adalah kapal rumah sakit (RS) terapung, KRI dr Soeharso.

Ada beberapa Kementerian/Lembaga yang turut serta sebagai anggota panitia sail Raja Ampat ini diantaranya yaitu Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Pertahanan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perumahan Rakyat, Kementerian Sosial, dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pertahanan, TNI, serta Pemerintah Provinsi, Kota dan Daerah.

 

Leave a Reply

*

Top