You are here
Home > Pengetahuan > Militer > Sangkur/Bayonet

Sangkur/Bayonet

Seringkali kita melihat seorang prajurit TNI yang menggunakan Sangkur Tempur, dalam setiap pelaksaan tugasnya. Ya tentu saja, karena sangkur merupakan senjata yang wajib melekat pada tubuh seorang prajurit selain senjata api. Kali ini kami akan memberi sedikit wawasan tentang penggunaan sangkur dalam setiap tugas seorang prajurit.

Awalnya penggunaan sangkur di medan pertempuran di mulai pada abad 17 ketika pasukan Infanteri menghadang pasukan Kavaleri Berkuda, pada saat itu sangkur yang digunakan mempunyai ukuran lebih besar dari pada sangkur yang digunakan pada saat ini. Di awal penggunaanya, sangkur dipasang menjadi tombak, hal ini karena pada saat itu cara pengisian peluru pada senjata api yang memakan waktu cukup lama, sehingga penggunaan sangkur sangat dibutuhkan untuk melakukan serangan langsung tepat ke arah musuh.

Sangkur tempur sendiri dalam definisinya adalah benda yang diciptakan khusus sebagai alat tempur tambahan untuk prajurit selain senjata api, sehinga jenis sangkur untuk prajurit haruslah memenuhi segala unsur fungsi yang maksimal untuk mendukung seluruh tugas-tugas prjaurit di segala medan.

Dalam pembuatannya, sangkur pada umumnya menggunakan bahan dasar besi, akan tetapi, karena bahan besi yang mudah karat dan berat, sehingga saat ini kebanyakan bahan dasar untuk membuat sangkur tempur menggunakan bahan baja, agar mendapatkan kualitas sangkur yang bisa bertahan di segala medan.

Untuk membuat sebuah sangkur dengan kualitas terbaik biasanya menggunakan bahan dasar baja dengan menambah bahan lain seperti Vanadium, Chromium, Tungsten, Molybdenum. Dari penambahan beberapa bahan inilah diperoleh jenis paduan baja baru seperti, Baja Tungsten, HSS, Baja Chrome Vanadium dan lain sebagainya.

Baca juga :  Rudal Penangkis Serangan Udara Mistral TNI-AD

Selain harus menggunakan bahan yang baik, sebuah sangkur tempur yang digunakan harus mempunyai tingkat keseimbangan dan presisi yang tinggi, sehingga mampu mengenai sasaran dengan akurat saat digunakan sebagai sangkur lempar pada pertempuran jarak dekat. Tidak hanya itu, sangkur juga dapat berfungsi sebagai alat pendeteksi ranjau darat, berburu, ataupun menangani makanan pada saat survival di alam bebas.

Di indonesia sendiri, ada pembuat sangkur yang sudah mendunia, sebut saja T. Kardin, pisau produksinya terbuat dari material baja pilihan kualitas Internasional khusus yang sudah berstandar AISI (American Iron Standard Institute).

Itulah sedikit pengetahuan tentang sangkur yang di gunakan oleh para tentara untuk mendukung setiap tugas dan pastinya untuk menjaga kedaulatan negara. Semoga bermanfaat. (az)

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top