You are here
Home > Berita > Satgas Yonif 405/SK Buat “Pupuk” dari Limbah Kayu

Satgas Yonif 405/SK Buat “Pupuk” dari Limbah Kayu

Mindiptana – Kab. Boven Digoel memiliki struktur tanah yang kurang subur untuk bertani, hal ini menyebabkan masyarakat kesulitan untuk mendapatkan hasil maksimal. Melihat kondisi tersebut, Satgas Yonif 405/SK mencari solusi dengan memanfaatkan limbah kayu serbuk gergaji kasar yang dijadikan arang kemudian dikombinasikan dengan kotoran ternak kambing diolah menjadi pupuk organik. Uji coba tersebut diterapkan untuk memupuk tanaman sayuran yang ada disekitar Pos Kotis Satgas Yonif 405/SK dan hasilnya terbukti tanaman sayuran dapat tumbuh subur.

Atas dasar keberhasilan tersebut, Serda Edi Setiawan salah satu anggota Pos Kotis Satgas Yonif 405/SK berani melaksanakan sosialisasi cara pembuatan pupuk organik mulai proses pembakaran limbah kayu, pengayakan tanah yang dicampur dengan kotoran ternak kambing hingga cara penggunaanya yang dilaksankan di Kp. Osso, Distrik Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel, Minggu (02/07).

Lebih dari 60 orang warga kampung Osso dengan penuh semangat dan antusias hadir memadati pelataran Pos Kotis Satgas Yonif 405/SK untuk mengikuti sosialisasi. Masyarakat juga dapat langsung melihat hasil tanaman yang diberi pupuk di kebun Pos Kotis Satgas Yonif 405/SK. Masyarakat menyambut baik atas digelarnya kegiatan tersebut, mengingat sosialisasi pembuatan pupuk organik baru pertama kali dilaksanakan oleh Satgas Pengamanan Perbatasan.

Baca juga :  Dandim 1709/Yawa Sidak Kemampuan Membaca Catam Gelombang I Tahun 2016

Dansatgas Yonif 405/SK Letkol Inf Diantoro, S.I.P., ditempat terpisah menuturkan, ”Satgas Yonif 405/SK akan terus berupaya untuk membantu kesulitan masyarakat di berbagai bidang, salah satu upaya yang dilaksanakan adalah mengadakan sosialisasi pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan limbah kayu”, kata Dansatgas.

”Dengan pemanfaatan bahan-bahan untuk diolah menjadi pupuk, maka hal tersebut dapat membantu masyarakat menekan biaya perawatan tanaman. Disamping itu, apabila masyarakat mampu memproduksi pupuk organik kemudian dijual ke pasar, maka akan dapat menambah penghasilan ekonomi, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat”, jelas Dansatgas. (Prd/Cen)

Leave a Reply

*

Top