You are here
Home > Tulisan > Artikel > Say No To Drugs

Say No To Drugs

Selamat siang Sahabat Ksatria Pelindung Rakyat, baru-baru ini kita warga negara Republik Indonesia ikut memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) yang diperingati setiap 26 Juni. Hal ini merupakan bentuk keperihatinan dunia terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang jelas-jelas sangat dilarang karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan serta memicu adanya tindak kejahatan.

HANI terlaksana karena pada bulan Desember 1987 Majelis Umum PBB menentukan bahwa tanggal 26 Juni sebagai International Day against Drug Abuse and Illicit Trafficking (Hari Anti Narkoba Internasional). Selain itu, penetapan hari anti narkoba internasional tersebut juga merupakan upaya untuk mencapai masyarakat internasional bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Sebenarnya apa itu Narkoba ?

Narkoba terbagi dalam 3 jenis yaitu Narkotika, Psikotropika dan Zat adiktif.

  1. Narkotika merupakan zat yang bisa menimbulkan pengaruh tertentu bagi yang menggunakannya dengan mengkonsumsinya atau memasukkan kedalam tubuh. Pengaruh tersebut bisa berupa pembiusan, hilang rasa sakit, rangsangan semangat dan halusinasi. Sedangkan dalam dunia medis sifat-sifat tersebut diketahui dimanfaatkan untuk pengobatan dan kepentingan manusia di bidang pembedahan, hilang rasa sakit dan kebutuhan lainnya. Contoh Narkotika yang paling berbahaya adalah Heroin, Kokain, Morfin, Opium dan Ganja.

  1. Psikotropika merupakan zat atau obat namun tidak tergolong dalam narkotika. Pengaruhnya menyebabkan perubahan pada aktivitas normal dan perilaku. Contoh Psikotropika yang paling sering ditemui dalam kasus-kasus berupa Sabu-sabu, Ekstasi, MDMA, LSD dan STP.

  1. Zat adiktif lainnya adalah zat –zat selain narkotika dan psikotropika yang dapat menimbulkan ketergantungan pada pemakainya, diantaranya adalah rokok, minuman keras (alkohol), lem dan lainnya.

Perlu diketahui bahwa Indonesia juga tercatat bukan hanya sebagai tempat transit barang haram tersebut, melainkan sudah menjadi pasar narkotika terbesar di Asia. Penyalahgunaan narkotika di Indonesia juga telah meluas hingga semua lapisan, baik umur, pendidikan, profesi sampai level jabatan.

Baca juga :  Hari Anak Nasional Jadikan Motivasi Menuju Indonesia Emas

Meski begitu, sudah banyak juga kasus-kasus besar tentang narkoba yang sudah berhasil di gagalkan di Indonesia, salah satunya kasus yang baru-baru saja terjadi, dimana Tim anti narkoba berhasil mengungkap/menggagalkan satu ton sabu siap edar di daerah Banten, Indonesia.

Sebelumnya pada tahun 2011 Tim anti narkoba juga berhasil membekuk gembong narkoba terbesar yang pernah ada di Indoneisa bernama Freddy Budiman. Ia mengimpor sekitar 1,4 juta pil ekstasi yang berasal dari Tiongkok namun hal tersebut berhasil digagalkan. Akibat hal ini ia dijatuhi hukuman mati.

Menanggapi hal-hal ini, Presiden Joko Widodo juga telah menyatakan Indonesia berada pada kondisi darurat narkoba. Berarti jelas ketiga hal di atas sangat tidak boleh di salah gunakan, karena jelas pada Undang-Undang No. 35. Th. 2009 Tentang Narkotika, akan di berikan sangsi sesuai yang sudah ditetapkan bahkan hukuman mati.

Perlu diketahui juga bahwa dalam peringatan HANI tahun 2017 kali ini, Dunia mengusung tema “Listen First”. Tema tersebut dipilih sebagai langkah awal untuk meningkatkan dukungan terhadap pencegahan penggunaan narkoba berdasarkan ilmu pengetahuan dan dengan demikian merupakan investasi efektif dalam kesejahteraan anak-anak dan remaja, keluarga, dan komunitas.

Untuk itu bagi sahabat sekalian jangan pernah ada pikiran untuk mencoba-coba ataupun menggunakannya, karena hal tersebut bukanlah hal yang patut dilakukan dan sangat berbahaya bagi kesehatan. Ayoo mari bersama – sama lindungi Indonesia dari Narkoba. Say No To Drugs

Leave a Reply

*

Top