You are here
Home > Tulisan > Umum > Seismometer dan Tiltmeter, Alat Pendeteksi Gerak Gunung Berapi

Seismometer dan Tiltmeter, Alat Pendeteksi Gerak Gunung Berapi

Rabu, 03 Agustus 2016 pukul 07:00 WIT, gunung Gamalama meletus dan mengeluarkan Erupsi Abu Vulkanik yang dapat dirasakan sampai dengan jarak radius 15 km. Otoritas Bandara Babullah, Ternate di tutup hingga pada pukul 11:00 WIT untuk menunggu agar penerbangan betul-betul tidak terganggu abu letusan.

Pergerakan Gunung Gamalama memang termasuk yang sangat aktif. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi pergerakan melalui pos-pos pengawas di kaki gunung Gamalama. Setiap pos memiliki alat yang digunakan untuk mendeteksi. Biasanya alat tersebut terdiri dari perangkat yang di letakkan di luar ruang pos pengawas dan yang berada di dalam ruang pos pengawas.

Alat yang digunakan untuk mendeteksi pergerakan gunung berapi diantaranya ada Seismometer dan Tiltmeter. Dibawah ini penulis mencoba menjelaskan kegunaan Seismometer dan Tiltmeter yang merupakan alat utama pendeteksian pergerakan gunung berapi.

Seismometer:

Seismometer adalah alat untuk mengukur gerakan tanah, termasuk gelombang seismik yang dihasilkan oleh gempa bumi, letusan gunung berapi, dan sumber gempa lainnya. Seismometer termasuk alat yang berada di dalam ruang pos pengawas atau indoor tools.

Rekaman gelombang seismik memungkinkan seismolog untuk memetakan bagian dalam bumi, serta menemukan dan menentukan ukuran dari sumber gempa yang berbeda. Hasil rekaman dari alat ini disebut seismogram.

Pada awalanya alat ini hanya bisa digunakan untuk menentukan dari arah mana gempa bumi terjadi. Dengan perkembangan teknologi yang semakin berkembang, maka kemampuan seismometer pun telah ditingkatkan, sehingga bisa merekam getaran dalam jangkauan frekuensi yang cukup lebar. Alat seperti ini disebut Seismometer Broadband.

Baca juga :  Cara Cerdas Membaca, Menonton Dan Mendengar Suatu Berita

Tiltmeter:

Tiltmeter merupakan alat pengukur deformasi gunung yang berfungsi untuk mendeteksi pengembungan atau pengempisan tubuh gunung. Perangkat Tiltmeter sendiri terdiri dari tiga komponen utama, yaitu Pelat Tiltmeter, Portable Tiltmeter, dan Readout Unit.

Struktur yang dipandang perlu untuk dilakukan pengukuran dengan metode Tiltmeter adalah struktur yang secara visual telah menunjukkan adanya perubahan posisi secara horizontal atau vertikal agar dapat diketahui intensitas gerakannya.

Untuk kasus sebuah gunung berapi, biasanya para ilmuwan akan memasang Tiltmeter di banyak titik, mulai dari kaki gunung hingga dataran-dataran tertinggi yang diperkirakan sebagai jalur aliran lava. Tiltmeter termasuk alat yang berada di luar ruangan pos pengawas sehingga disebut perangkat outdoor.

Demikian sekilas pengetahuan tentang alat pendeteksi pergerakan gunung, semoga menambah pengetahuan para sahabat semua.

Kunjungi terus Website Kodam XVII/Cenderawasih dan jangan sampai ketinggalan informasi terbarunya.

Leave a Reply

*

Top