You are here
Home > Pengetahuan > Referensi > Sepatu Dahlan

Sepatu Dahlan

Resensi Film       : Sepatu Dahlan

 

Judul Resensi     :   Sugi tanpo iman opo melarat ono ning iman

(Kaya Tanpa Iman atau melarat tetap beriman)

Judul Film            :   Sepatu Dahlan

Sutradara            :   Benni Setiawan

Adaptasi              :   Novel Mega Best Seller

Karya                  :   Khrisna Pabichara

Produksi              :   Mizan Productions, Semesta Pro & Expose Picture

Kehidupan masa lampau membawa suatu kenangan tersendiri bagi kita bagaimana masa-masa kita kecil walau dalam keadaan yang berbeda dengan keadaan saat ini, kehidupan tidak mudah ditebak dengan segala usaha dan doa saling bersinergi mamberikan suatu domain dalam kehidupan. Tidak terbayangkan waktu kecil bagaimana dan jadi apa kita besar nanti dan juga tidak bisa terbayangkan bagaimana kita bisa melewati segala cobaan dan rintangan sewaktu dahulu.

Kali ini sebuah film yang diangkat dari sebuah Novel karya Khrisna Pabichara bertajuk sama separuh kisah masa kecil yang sulit dalam kehidupan dari seorang Menteri BUMN Dahlan Iskan yang kini sukses dengan memiliki 300 perusahaan dan mampu memperkerjakan sekitar 4.000 orang karyawan. Film ini disutradarai dengan apik oleh Benni setiawan Produksi Semesta pro, Expose Pictures, Mizan Production.

Separuh kisah masa kecil dengan kehidupan yang sulit telah dialami Dahlan (Aji Santosa) ketika lulus dari Sekolah Dasar dengan nilai ijazah yang tidak boleh memiliki nilai merah dengan janji akan dibelikan sepatu dan bermimpi ingin masuk ke SMP Negeri 1 Magetan dan memiliki sepeda tapi apa daya nilai merah menghiasi ijazahnya.

Kemudian Dahlan masuk ke Pesantren Sabiil Muttaqien, Takeran. Di depan Gapura Pesantren Sabiil Muttaqien Takeran Bapaknya Dahlan (Donny Damara) menyampaikan kepada dahlan Dulu bapak, ibu dan mbak – mbak mu pernah berdiri disini coba kamu liat tulisan di gapura itu apa arti nya “ Sugi tanpo iman opo melarat ono ning iman (Kaya tanpa Iman atau melarat tetap beriman) tapi apa yang dikatakan Dahlan “saya lebih memilih kaya dan tetap beriman, pak..”. Sebuah kata yang membius penonton untuk termotivasi dalam menjalani kehidupan.

Baca juga :  Filosofi Lima Jari Untuk Berdoa

Cerita ini juga menceritakan tentang janji ibunda Dahlan (Kinaryosi) ingin membelikan sepatu untuk anaknya dan ibunda Dahlan mengumpulkan uang dengan membatik walaupun dalam keadaan sakit sampai saat dimana ibundanya meninggal dunia. Perjuangan dalam mempunyai sepatu menceritakan sosok seorang anak kecil yang dipaksakan untuk menjadi lebih dewasa dimasa kanak-kanaknya dengan mengurus ibunya yang sakit dan adiknya yang masih kecil,  dimana sosok bapaknya harus ke pasar dengan berdagang untuk menghidupkan anak istrinya.

Sinopsis Film ini sangat menggugah para penoton untuk termotivasi dalam menjalani kehidupan dan juga penonton dapat mengenang kembali masa kecil di kampung halaman.

Lettu Caj M. Alfalasi, S.Kom

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

One thought on “Sepatu Dahlan

  1. Menarik resensinya Pak, menggugah keinginan saya untuk menonton film ini dan mempelajari nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam kisah hidup dahlan Iskan.

Leave a Reply

*

Top