You are here
Home > Pengetahuan > Militer > Sniper, One Shot One Kill

Sniper, One Shot One Kill

Sniper atau penembak runduk , adalah seorang prajurit elite yang secara khusus dilatih dalam hal menembak dan melumpuhkan musuh dari jarak jauh, serta disiapkan untuk menjadi pembunuh yang paling mematikan dan ditakuti di medan perang. Seorang sniper harus seperti siluman. Menembak, kemudian menghilang seperti ditelan bumi, dimana ada sniper, disitu ada korban. Nama sniper sendiri muncul pada sekitar tahun 1770-an, bersal dari kata snipe yaitu sejenis burung yang sangat sulit untuk didekati dan ditembak. Mereka-mereka yang mahir memburu burung ini diberi julukan “sniper”.

Sniper pertama kalinya dipakai sebagai istilah militer resmi untuk penembak runduk pada tahun 1910 oleh angkatan bersenjata jerman. Jerman juga yang pertama kali menciptakan senjata sniper khusus berdasarkan adopsi senapan mauser gewehr 1898 (Gew.98)mm dengan caliber 7,92mm yang khusus di “Tune Up”, dan dipasang teleskop untuk meningkatkan akurasi tembakan.

Pada pelaksanaan tugasnya, seorang sniper biasa didampingi oleh seorang spotter. Spotter sendiri bertugas sebagai petunjuk sasaran untuk mengurangi tingkat kelelahan mata seorang sniper.  Secara garis besar, tujuan sniper dalam peperangan adalah mengurangi kemampuan tempur musuh dengan cara membunuh sasaran yang bernilai tinggi, seperti para perwira. Sniper juga bertugas melakukan pengintaian dan pengamatan, memilih target sendiri secara oportunis, sniper semakin banyak digunakan sebagai peran pendukung, yaitu untuk melindungi pergerakan pasukan infanteri.

Dalam dunia sniper biasa dikenal istilah One shot, One Kill (satu tembakan, satu terbunuh) yang merupakan hukum wajib bagi para sniper. Satu butir peluru, satu serdadu. Tak boleh ada peluru yang terbuang, tak boleh ada yang meleset, karena itu merupakan sebuah tanda kegagalan bagi seorang sniper.

Kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang sniper :

  1. Memliki insting membunuh yang kuat
  2. Mempunyai kemampuan menembak di atas rata-rata (jarak jauh)
  3. Tepat dalam menghitung jarak tembak
  4. Akurat menentukan kecepatan angin dan kepadatan udara
  5. Mengenali kondisi alam, ukuran lokasi, dan bentuk pandangan.
  6. Memiliki keahlian stealth dan berkamuflase.
  7. Mempunyai daya ketahanan mental dan pengendalian emosi yang baik.
  8. Menguasai keahlian dasar infanteri
  9. Memiliki kemampuan siluman.

Saat ini sniper juga dikenal dalam dunia kepolisian, polisi biasa menurunkan sniper dalam penanganan kasus penyanderaan, mereka dilatih untuk menembak sebagai pilihan terakhir. Sniper kepolisan biasa beroperasi dalam jarak yang lebih dekat dari pada sniper militer. Biasanya jarak tembak sniper polisi hanya berkisar di bawah 100 meter dan bahkan kurang dari 50 meter oleh karena itu sebenarnya istilah sniper dalam kepolisian lebih tepat disebut dengan penembak jitu, karena sniper polisi lebih terlatih menembak untuk melumpuhkan bukan membunuh, itu karena peran polisi sebagai pengayom masyarakat. Berbeda dengan kepolisian, sniper dalam dunia militer adalah merupakan lambang kemurnian dari prajurit yang sangat terlatih, dan professional. Jarak tembak seorang sniper militer bisa mncapai 1500 meter bahkan lebih. Melaksanakan tugas dengan baik dan mampu memperhitungkan waktu dengan sangat detail. Oleh karena itu Seorang sniper militer merupakan prajurit yang paling mematikan di medan pertempuran. Sniper memiliki peran strategis yang tidak dimiliki penembak jitu. Penembak jitu dipasang pada tingkat regu, sedangkan sniper pada tingkat batalyon dan tingkat kompi.

Baca juga :  PIAP Gryf Sang Robot Mungil Penjinak Bahan Peledak

Indonesia sendiri memiliki salah satu sniper terbaik yang disegani di dunia dan masuk dalam 14  besar prajurit sniper  terbaik dunia, dalam buku sniper training, Techniques and Weapons karya Peter Brookesmith terbitan tahun 2000.  Dia adalah Almarhum Tatang Koswara yang  sudah empat kali masuk ke medan perang, dalam aksi pertamanya dari 50 peluru, 49 butir berhasil membunuh musuh. Misi terakhir tatang yaitu pada saat perang di timor-timur pada tahun 1977-1978.

Tak hanya itu, indonesia juga sempat menggegerkan Dunia dengan diciptakannya senjata Sniper SPR 2 produksi PT.Pindad yang mampu menembus baja. Dengan kaliber 12,7 mm x 99 mm, panjang senapan 1.755 mm. Kecepatan rata-rata lesatan peluru 900 meter per detik dan jangkauan 2 km, senjata ini mampu menembus Baja sekalipun. Dengan prestasi ini, Indonesia mampu bersanding dengan negara lainnya yang mampu membuat senapan runduk serupa, yaitu Amerika Serikat dan dua negara di eropa lainnya.

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top