You are here
Home > Sisi Lain > Persit KCK > Sosialisasi Bahaya Narkoba di Kalangan Persit Rem 173

Sosialisasi Bahaya Narkoba di Kalangan Persit Rem 173

Jayapura – Ketua Persit KCK Koorcab Rem 173 PD XVII/Cenderawasih, Ny Tri Soewandono bersama sejumlah pengurus, para Ketua Cabang dan Ibu-ibu anggota Persit KCK Koorcab Rem 173 mengikuti acara sosialisasi pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba (P4GN). Acara sosialisasi ini bersamaan dengan pelaksanaan pertemuan rutin gabungan yang digelar di Aula Cenderawasih, Jumat, (3/4)

Dalam kesempatan tersebut Ketua Persit KCK Koorcab Rem 173 PD XVII/Cenderawasih Ny Tri Soewandono mengatakan bahwa “sosialisasi ini digelar dalam rangka menyambut hari ulang tahun Persit KCK ke-71 tahun 2017”.

Selain itu, kegiatan ini menurutnya merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) tentang pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba (P4GN) antara Persit KCK Koorcab Rem 173 dengan Polres Biak Numfor yang dilaksanakan beberapa waktu lalu di Aula Yudha Makorem 173/PVB.

Ia berharap melalui kegiatan sosialisasi ini seluruh anggota Persit KCK Koorcab Rem 173 mengetahui dan memahami tentang bahaya penggunaan narkoba, sehingga dapat melindungi diri maupun keluarga dari bahaya peredaran dan penyalahgunaan Narkoba.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Kasat Narkoba Polres Biak Numfor AKP Mika Rumbrapuk yang mewakili Kapolres Biak Numfor, AKBP H. Hadi Wahyudi. SIK  saat memberikan sosialisasi kepada Ibu-Ibu Persit KCK Koorcab Rem 173 menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang bahaya Narkoba, sehingga diharapkan setelah mengetahui serta memahami bahayanya maka sedini mungkin dapat dihindari dan tidak terlibat dalam peredaran maupun penyalahgunaan Narkoba.

Baca juga :  Pengobatan Massal Dalam Rangka Hut Persit Kartika Candra Kirana Ke -70 Tahun 2016

Sebab menurutnya masih banyak masyarakat yang telah mengetahui bahaya dari narkoba namun masih saja ada keinginan untuk mencobanya.

“Pada awalnya mencari tahu, kemudian ingin tahu, selanjutnya ingin merasakan dan akhirnya kecanduan.” Jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa “Indonesia saat ini dinyatakan darurat Narkoba, hal ini menurutnya karena peredaran narkoba ini bukan hanya pada salah satu kalangan tertentu saja namun telah memasuki berbagai kalangan baik pelajar/mahasiswa, instansi sipil, masyarakat, eksekutif, oknum pejabat, PNS, penegak hukum serta TNI/Polri.” Jelasnya.

Mengakhiri sosialisasi ini ia menghimbau semua pihak untuk turut serta bersama-sama membasmi  peredaran dan penyalahgunaan  Narkoba karena narkoba adalah musuh bersama. (Prd/Cen)

Leave a Reply

*

Top