You are here
Home > Pengetahuan > Militer > Survival

Survival

Di setiap kita melaksanakan suatu tugas operasi, baik operasi pertempuran maupun patroli, prajurit TNI pastinya akan menemui rintangan dan hambatan yang kemungkinan-kemungkinan tidak terduga sama sekali. Kemungkinan tersebut bisa diakibatkan dari tindakan musuh ataupun karena kondisi cuaca dan medan. Contohnya seperti kehilangan arah (tersesat) pada saat operasi, sehingga kesulitan dalam menemukan jalan keluar. Dalam kondisi seperti ini prajurit infanteri harus mampu bertahan hidup menggunakan segala keterbatasan peralatan dan bahan makanan. Pada pengetahuan militer kali ini, kami akan membahas tentang bagaimana kemampuan bertahan hidup dari situasi seperti ini yang kami namakan SURVIVAL.

Survival adalah suatu upaya untuk mempertahankan hidup yang tidak terlepas dari ancaman, baik dari musuh maupun alam. Dimana dalam keadaan terjepit dan dalam usaha untuk kembali ke induk pasukan, setiap prajurit harus mampu bertindak dan berbuat untuk mempertahankan hidupnya dengan memanfaatkan kondisi alam yang ada.

Survival ini merupakan salah satu kemampuan yang wajib dimiliki setiap prajurit dalam memanfaatkan benda-benda, tanaman dan hewan baik di darat maupun di laut untuk dijadikan sebagai bahan makanan atau minuman pada saat situasi terdesak. Dalam kondisi semacam ini bila seorang prajurit tidak mampu mengatasinya, maka akan timbul kepanikan, bingung dan stres sehingga menimbulkan situasi yang tidak menguntungkan baik bagi perorangan maupun satuan.

Jika menemui situasi seperti ini, tindakan yang harus dilakukan oleh prajurit yaitu “HARUS HIDUP”. Kata “HARUS HIDUP” ini memiliki arti yang sangat penting bagi prajurit yang sedang melaksanakan tugas, baik tugas operasi di medan tempur ataupun tugas operasi selain tempur.  Kata “HARUS HIDUP” inipun perlu dimengerti dan dipahami bagi setiap prajurit agar dalam melaksanakan tugas bisa mengatasi setiap permasalahan yang ada. Inilah arti kata “HARUS HIDUP” untuk dijadikan pedoman dalam melaksanakan tugas seorang prajurit yaitu :

H = Hadapi setiap kesukaran dengan tenang dan bijaksana.

A = Akal sehat adalah senjata ampuh dalam menghadapi survival.

R = Rasa takut dan panik dihilangkan.

U = Usaha mencari jalan keluar membebaskan diri.

S = Semangat dan keyakinan tetap hidup harus dipenuhi.

H = Hormati adat kebiasaan rakyat setempat dan tata cara hidupnya.

I    = Istirahat dan tenangkan pikiran apabila timbul kekacauan.

D = Dengar, lihat dan waspada terhadap perangkap musuh.

U = Utamakan kesehatan dan keselamatan.

P = Praktekkan dan perhatikan pelajaran pendidikan perorangan.

Hal-hal di atas merupakan  kewajiban yang harus dilakukan oleh prajurit TNI bila berada dalam situasi yang tidak menguntungkan. Survival mengajarkan para prajurit untuk berinisiatif tinggi bagaimana cara untuk bertahan hidup.

Setiap daerah pastinya memiliki tumbuh-tumbuhan yang dapat dimakan dan kita harus mampu memanfaatkanya dengan mempelajari jenis tumbuhan yang tidak beracun dan bisa dimakan. Selain tumbuh-tumbuhan kita juga dapat memanfaatkan binatang atau hewan yang hidup dimana kita berada.

Baca juga :  Mengetahui perbedaan beras asli dan palsu

Di bawah ini ada beberapa contoh tumbuh-tumbuhan yang dapat kita makan dan tentunya tidak beracun, adapun contoh tumbuh-tumbuhan dapat digolongkan sebagai berikut :

  1. Tumbuhan yang mengandung air.

1)    Kaktus.

2)    Rotan.

3)    Palmal.

4)    Ruas bambu.

5)    Kelopak daun neus yang lebat.

6)    Bongkol pisang yang dilubangi.

 

  1. Tumbuhan rawa laut.

1)    Daun api-api muda.

2)    Buah tajau yang telah di kupas.

3)    Jeruk rawa.

4)    Buah  pidada.

5)    Daging buah nipah.

6)    Selaput biji mata kancil.

7)    Bunga muda gebang/langkap.

 

  1. Tumbuhan pesisir pantai

1)    Kelapa.

2)    Ketapang.

3)    Daun buah putrid.

4)    Tangkai bunga pohon buni/sejenis pala.

5)    Daun  beluntas.

 

  1. Tumbuhan rawa sungai.

1)    Nipah.

2)    Sagu.

3)    Aren.

4)    Tunas bambu.

5)    Macam-macam paku.

6)    Macam-macam talas.

7)    Macam-macam jamur.

8)    Daun seladi.

9)    Umbut dan buah rotan.

 

 

 

  1. Tumbuhan rimba  sekunder.

1)    Melinjo (buah dan daunnya).

2)    Kelewih.

3)    Sukun.

4)    Campedak.

5)    Macam-macam durian.

6)    Petai.

7)    Macam-macam jambu.

8)    Macam-macam umbi.

9)    Rotan cincin.

 

  1. Tumbuhan daerah pegunungan.

1)    Mangga.

2)    Langsap.

3)    Kepuksan.

4)    Manggis.

5)    Alpukat.

6)    Delima.

7)    Kedondong.

8)    Jambu air.

Selain tumbuh-tumbuhan di atas, terdapat pula binatang yang bias kita makan. Pada umumnya hampir semua binatang dapat kita makan, kecuali yang berbisa, akan tetapi apabila terdesak, hewan berbisapun juga dapat digunakan untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Di bawah ini akan kami dijelaskan secara singkat cara pengolahan hewan berbisa.

  1. Cara pengolahan hewan berbisa:

1)    Semua binatang buas di darat dan sejenisnya harus dikuliti atau dibakar bulunya.

2)    Semua jenis ular agar dikuliti terlebih dahulu,  dimulai dari bagian kepala untuk yang berbisa 1/3 dari kepala dibuang.

  1. Cara menangkap binatang.

1)    Cara menangkap ikan.

a)    Dengan kail.

b)    Dengan tombak.

c)    Sumpit.

d)    Panah.

e)    Dengan membuat perangkap.

f)     Bubu dari rotan/bambu.

g)    Sero.

h)   Pukat- pukat.

Materi diatas hanyalah sebagian kecil dari kemampuan Survival yang harus dimiliki oleh setiap prajurit. Diharapkan dengan pengetahuan militer kali ini, dapat mengingatkan kembali mengenai kemampuan survival, sehingga dapat bermanfaat bagi para prajurit TNI dalam melaksanaan tugasnya. (PM/Cen)

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

3 thoughts on “Survival

Leave a Reply

*

Top