You are here
Home > Sisi Lain > Sastra > Tanah Surga Khatulistiwa

Tanah Surga Khatulistiwa

Aku pernah berlari disebuah dataran surga yang entah orang diluar sana menyebutnya apa,
ditempat itu, aku teringat sebuah dongeng kakek;
dongeng tentang sebuah negeri khatulistiwa nan indah,
dengan hamparan rumputnya yang hijau, juga langitnya yang teduh;
dengan bentangan lautnya yang biru, juga pulaunya yang rapih tertata;
disana tempat Tuhan bertahta dan hamba berlutut berdoa;
tempat itu tempat semua pelangi dunia bermuara;
tak ada beda seolah semua keindahan warna bersahaja.

tanah yang mana semua orang melautkan hidupnya,
melangitkan harapannya, dan membumikan dirinya;
tanah bersarangnya keberagaman;
dan perbedaan, adalah seseorang yang mencari nafkah dipermukaannya;
tanah tempat berbaurnya manusia dan dewa,
juga tempat dimana alam dan kehidupan bersenggama.

jauh di ujungnya,keelokan memandikan tubuhnya,
dibawah air terjun yang berlimpah ruah dengan do’a-do’a;
dan kekaguman, hanyalah seorang perjaka yang mengintip dibalik semak;

Baca juga :  Herlina Kasim, Pejuang Wanita Dalam Misi Pembebasan Irian Barat

ditempat itu, di tanah Khatulistiwa;
Tuhan menjadi penderma bagi makhluk-makluknya,
dan setiap yang hidup menjulurkan do’anya sebagai wadah.
ditanah yang indah, subur dan pula sejahtera,
di Surga Khatulistiwa…

(Erick Pratama – Malang, 21 February 2014)

One thought on “Tanah Surga Khatulistiwa

Leave a Reply

*

Top