You are here
Home > Wisata Militer > Tempat wisata Bersejarah di Fak-Fak

Tempat wisata Bersejarah di Fak-Fak

Kali ini sahabat Wismil, kita berpindah ke daerah wisata lain di pulau Papua yaitu di Fak-fak. Kita akan membahas tentang pemandangan yang dimiliki oleh Kabupaten Fak-fak. Terdapat banyak tempat wisata disana, anda bisa mengajak seluruh keluarga anda untuk berkunjung ke beberapa tempat disana.

Salah satunya adalah Benteng peninggalan Jepang yang berada dipusat kota Kokas, Fak-fak, Papua Barat. Benteng itu mempunyai nama The Japanese Fortress, benteng ini adalah salah satu dari sekian banyak benteng Jepang peninggalan Perang Dunia ke II yang masih bertahan. Benteng ini juga memiliki tiga pintu gerbang dan sebuah ruang bawah tanah (bunker) yang dihubungkan dengan terowongan sepanjang 138 meter. Saat itu konon katanya Oleh tentara Jepang, benteng ini digunakan sebagai tempat persembunyian serta tempat perlindungan. Benteng tersebut dibuat oleh tentara Jepang dengan cara menggali gua dibawah bukit di tepi pantai.

Apabila wisatawan berkunjung ke benteng tersebut, di mulut gua yang menghubungkan benteng ini terdapat pemandangan laut yang sangat indah. Setelah disuguhi lorong yang menakjubkan yang ada di bawah benteng, setelah keluar langsung melihat pemandangan laut dan angin yang sepoi-sepoi merupakan suatu keindahan yang sangat menarik.

peninggalan Jepang
peninggalan Jepang

Memang untuk mencapai dan berkunjung ke benteng ini tidak mudah, selain jalannya yang sedikit rumit, perjalanan juga cukup memakan waktu. Pasalnya benteng ini hanya bisa dicapai dengan menggunakan perahu dari kota fak-fak selama 4(empat) jam.

Selain itu, terdapat masjid tua yang berdiri kokoh di Kampung Patimburak dimana masyarakat setempat mengenal masjid ini sebagai Masjid Tua Patimburak. Aura tradisional muncul pada saat menyambangi lokasi masjid tua ini. Memang di kampung Patimburak ini hanya dihuni ±35 kepala keluarga, dimana wisatawan akan mendapati kehidupan yang sederhana yang menyatu dari bangunan masjid dan kehidupan masyarakat setempat.

Baca juga :  Bukit Skyline yang menawan

Masjid ini memang tidak begitu besar, tetapi masjid ini sering digunakan oleh warga setempat untuk beribadah. Bangunan masjid itu seluas tidak lebih dari 100 meter persegi dan sekilas tampak seperti biasa-biasa saja. Keunikan dari masjid ini adalah arsitektur yang sangat menarik yaitu perpaduan bentuk masjid dan gereja.

Ada satu orang warga yang menjaga masjid tersebut adalah Musa Heremba juga sebagai imam masjid mengaku bahwa bangunan masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi. Meski mempertahankan bentuk aslinya, namun material asli yang belum diganti adalah empat buah pilar penyangga yang terdapat didalam masjid.

Menurut catatan sejarah, masjid ini telah berdiri lebih dari 200 tahun yang lalu, bahkan merupakan masjid tertua di Kabupaten Fak-fak. Bangunan yang masih berdiri kokoh ini masih berfungsi sampai saat ini yang dibangun oleh seorang imam bernama Aburhari Kilian pada tahun 1870.

Konon pada masa penjajahan, masjid ini bahkan pernah diterjang bom tentara Jepang. Hingga kini, kejadian tersebut menyisakan lubang bekas peluru di pilar-pilar masjid.

Masjid Tua Patimburak
Masjid Tua Patimburak

Para wisatawan sekalian dapat kapan saja berkunjung ke 2 tempat bersejarah tersebut yang nantinya akan dipandu oleh beberapa masyarakat setempat.

Ok para Wismil, cukup sekian saja kami memberitahukan beberapa tempat wisata yang ada di Papua dan Papua Barat. Masih banyak lagi tempat wisata yang akan kami sampaikan diwaktu kedepan.

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top