You are here
Home > Berita > Tidak ada aparat TNI yang melakukan pembakaran Gereja dan rumah di Lanny Jaya

Tidak ada aparat TNI yang melakukan pembakaran Gereja dan rumah di Lanny Jaya

Jayapura – Pihak TNI di Papua melalui Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Letkol Arh Rikas Hidayatullah memberikan pernyataan bantahan terhadap klaim dari kelompok sipil bersenjata pimpinan Purom Wenda yang menyebutkan bahwa aparat TNI-Polri telah membakar gereja dan rumah penduduk di wilayah Lanny Jaya. Pesan oleh kelompok Purom Wenda tersebut beredar melalui pesan singkat dan dilansir sejumlah situs berita, Senin (4/8).

Kapendam XVII/Cenderawasih yang dihubungi melalui telepon menyatakan bahwa tidak ada personel TNI yang melakukan pembakaran yang dimaksud, pihaknya sudah mengecek ke lapangan (Lanny Jaya) dan tidak ada kejadian tersebut. “Saya sudah cari info dan tidak ada anggota TNI yang melakukan tindakan seperti itu,” ungkap Rikas kepada Kompas.com, Senin (4/8/2014).

Sebelumnya juga beredar kabar bahwa telah terjadi kontak tembak antara anggota TNI dengan kelompok bersenjata yang diduga kelompok Purom Wenda yang terjadi pada Jumat (31/7) dan Sabtu (1/8). Kelompok Purom Wenda menyatakan bahwa kelompoknya telah menembak mati 3 (tiga) anggota TNI dalam kejadian tersebut. Tetapi Kapendam XVII/Cenderawasih membantah klaim dari kelompok Puron tersebut. Beliau menjelaskan bahwa salah seorang anggota Yonif 756/WMS tertembak di pantat, saat rombongan anggota TNI berangkat dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya menuju Pirime, Kabupaten Lanny Jaya.

“Saya bingung dengan informasi ini. Memang Pratu Rois tertembak di pantat, Jumat lalu. Kondisinya tidak parah dan sekarang sudah membaik. Dalam kontak tembak tersebut, justru empat anggota kelompok sipil bersenjata yang tewas tertembak,” tegas Kapendam XVII/Cenderawasih.

Pernyataan serupa juga diungkapkan oleh Kepala Polda Papua Brigjen Pol Yotje Mende. Kapolda Papua berjanji akan melakukan tindakan penegakan hukum jika kelompok bersenjata pimpinan Ende Wanimbo dan Purom Wenda tidak kooperatif. Beliau juga mengatakan bahwa sejauh ini aparat kepolisian dibantu TNI masih berupaya melakukan tindakan pre-emtif dan preventif dalam menghadapi kelompok bersenjata di Lanny Jaya serta fokus menjaga dan mengantisipasi gangguan keamanan yang dapat merugikan keselamatan warga Papua.

Baca juga :  Kodim 1707/Merauke Meriahkan Karnaval HUT Kota Merauke Ke-115

Setelah peristiwa penghadangan dan penembakan terhadap rombongan anggota Polres Lanny Jaya, yang menggugurkan dua anggota polisi yang sedang bertugas beberapa hari yang lalu, aparat keamanan terus memperketat keamanan guna meminimalisir tindak kriminal yang akan dilakukan oleh kelompok bersenjata tersebut.

Saat ini kelompok bersenjata tersebut sering kali membuat kerusuhan dan juga sering melakukan penghadangan dan penembakan tidak hanya kepada aparat TNI-Polri yang sedang melakukan patroli keamanan di sekitar wilayah Lanny Jaya tetapi juga kepada warga sipil yang tidak berdosa.

Diharapkan kepada seluruh warga papua agar tidak mudah terprovokasi dengan adanya isu-isu yang tidak benar yang disebarkan melalui baik melalui pesan singkat maupun dari media-media komunikasi lainnya. Berita-berita yang salah tersebut juga hanya akan meresahkan warga dan juga salah satu bentuk kebohongan kepada publik.

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top