You are here
Home > Berita > Tim dari Mabes TNI Kunjungi Perbatasan RI-PNG

Tim dari Mabes TNI Kunjungi Perbatasan RI-PNG

Skouw Paban VI Surta Mabes TNI Kolonel Ctp Ir. Asep Edi Rosidin, M.DA., melakukan kunjungan kerja ke wilayah Satgas Yonif PR 432 Kostrad di sektor Utara perbatasan RI-PNG. Kunjungan kali pertama keperbatasan RI-PNG hari ini di dampingi oleh Katopdam XVII/Cenderawasih Kolonel Ctp Drs. Tri Basuki bersama Stafnya Mayor Ctp Eky Anshari dan Kapten Ctp M. Sadli, Selasa (28/11).

Perjalanan Kolonel Ctp Asep Edi Rosidin, M.DA., yang cukup jauh tidak menurunkan semangatnya, setelah berangkat dari Jakarta dan tiba di bandara Sentani selanjutnya transit sebentar ke Jayapura dan langsung melanjutkan perjalanannya ke Perbatasan RI-PNG Skouw. Setibanya di Poskotis langsung disambut oleh Dansatgas Letkol Inf Ahmad Daud beserta Perwira Stafnya.

Setelah melaksanakan istirahat sejenak karena cuaca mendung, rombongan yang di dampingi Dansatgas dan Perwira Stafnya langsung berangkat ke Border menuju mercusuar di dekat garis batas RI-PNG untuk merencanakan jalur terbang untuk Pemotretan Udara.

Paban VI Surta Mabes TNI melakukan Pemotretan Udara selama beberapa saat karena cuara turun hujan dan menunggu hingga hujan reda. Pesawat tanpa awak ini bisa mempermudah di gunakan untuk mengambil foto udara dengan Posisi Patok MM1 dengan cepat.

Untuk kita ketahui bersama bahwa, keberadaan Patok MM1 ini sangat sentral dan strategis karena sebagai titik tanda utama garis batas antara Negara RI-PNG yang mencakup wilayah Batas dari utara menuju ke selatan di mulai dari wilayah perbatasan Kota Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Pegunungan  Bintang,  Kabupaten Boven Digoel dan Kabupaten Merauke.

Tentunya kita harus tahu seberapa panjang batas daratan antara RI-PNG yang membentang dari utara ke selatan. Panjang garis batas secara utuh yaitu, 821,1 km dimana Garis batas untuk di daratan : 658,5  km dan ditambah panjang batas pada alur S. Fly yaitu : 162,6 km dengan jumlah 52 buah Patok Pilar Batas dengan jenis (MM). Untuk Jarak antara pilar dibagi rata + 15 km.

Itulah betapa panjangnya perbatasan Negara kita dengan Negara PNG ini dan tentunya data yang kita miliki harus setiap waktu kita perbaharui sebab perkembangan pembangunan didaerah perbatasan ini sangat pesat.

Baca juga :  Peran Serta Tokoh Agama Sangat Berpengaruh Pada Kondusifitas

Kolonel Ctp Ir. Asep Edi Rosidin menyampaikan, “Pengambilan data dengan Pemora ini akan mengambil PLBN disemua wilayah perbatasan dari RI-RDTL, RI-Malaysia dan sekarang di RI-PNG ini untuk kita ketahui kondisi posisi patok batas dan perkembangan pembangunan di wilayah perbatasan wilayah Negara kita ini”, terangnya.

“Dan tentunya yang menjadi masalah sekarang untuk perbatasan RI-PNG ini salah satunya adalah begitu jauhnya jarak antar Patok batas RI-PNG + 15 km bervariasi, hal ini bisa menyulitkan masyarakat untuk mengidentifikasi atau mengetahui dimana batas bagi ke dua Negara, karena apabila tidak membawa peralatan Navigasi, masyarakat akan kesulitan dimana posisi garis batasnya dan ini perlu adanya perapatan tugu batas atau memperbanyak Border Sign Post (BSP)”, lanjutnya.

Dansatgas Letkol Inf Ahmad Daud mengatakan, “Kami telah melakukan pengamanan wilayah perbatasan ini dengan melakukan Patroli Rutin maupun Patroli bersama yaitu dengan Tentara PNG dimana kegiatan ini kami lakukan pada 6 Patok batas dari MM1 di Skouw sampai MM3.A di wilayah Bewan Baru”.

“Ini untuk memastikan tidak bergesernya Patok Batas antara RI-PNG dan juga untuk mengamankan wilayah perbatasan ini dari pelintas batas Ilegal, penyelundupan Ganja dan barang terlarang lainnya. Tentunya yang utama tentang keamanan dan ketertiban di wilayah perbatasan ini selalu bisa terjaga”, terangnya. (Prd/Cen)

Leave a Reply

*

Top