You are here
Home > Tulisan > Umum > Tips menjaga kesetabilan saat lari

Tips menjaga kesetabilan saat lari

Sebagai Prajurit, berolahraga merupakan rutinitas yang tidak boleh ditinggalkan, hal ini tentunya dilakukan karena memang untuk menjaga kebugaran agar tetap prima guna menunjang tugas-tugas pokok yang dihadapkan dengan medan yang berat bagi kemempuan rata-rata orang biasa tapi sekarang juga tak jarang sebagai orang  memanfatkan olah raga extrime yang membutuhkan fisik prima sebagai bahian dari hobi.

Namun terkadang berolahraga sulit dilakukan karena rutinitas pekerjaan yang begitu padatnya sehingga menghambat untuk melakukan kegiatan olahraga, padahal olahraga juga merupakan kebutuhan badan yang tidak boleh ditinggalkan. Tak jarang diakhir pekan sebagian orang memanfatkan olah sebagai sarana rekreasi seperti hiking dan bersepeda gunung. Sementara itu, untuk jenis-jenis olahraga yang tergolong umum antara lain berenang, senam, aerobik dan jongging atau berlari. Olahraga lari terbilang sangat digemari oleh hampir semua lapisan umur, mengingat cara yang dianggap simpel dan tidak membutuhkan alat-alat olahraga yang ribet. Namun pda kenyataan nya banyak diantara kita cepat lelah, mengalami masalah ngos-ngosan, nyeri perut ketika beberapa ratus meter berlari. Berikut adalah tips agar pada saat melakukan olah raga lari

 

Tips menjaga kesetabilan saat lari

  • Bernafas dari mulut

Bernafas dari hidung ketika sedang berlari akan membuat otot-otot wajah menjadi kencang dan rahang menjadi mengeras menggunakan mulut adalah salah satu cara yang benar yang dilakukan berlari. Asupan oksigen melalui mulut akan lebih banyak bergitupun dengan karbondioksida yang keluar. Selain itu kondisi wajah dan rahang juga akan terasa santai. Berbeda ketika kita bernafas melalui hidung, maka wajah akan mengencang, rahang cenderung mengeras dan akan mudah capek serta ngos-ngosan tentunya karena kurangnya asupan dalam tubuh.

  • Menggunakan pernapasan perut bukan dada
Baca juga :  Jadikan Manusia Berkarakter Mulia Melalui Pendidikan

Anda harus bisa membedakan mana pernapasan perut atau diafragma dan mana pernapasan dada. Bila masih belum paham cobalah anda terlentang kemudian silahkan hembuskan nafas beberapa kali. Dinamakan pernapasan dada adalah bila dada naik turun  dan dinamakan pernapasan perut atau diafragma adalah bila perut yang mengembang. Bernapas melalui perut akan membuat nafas anda lebih panjang dan membuat aktivitas lari anda efektif.

  • Mengambil nafas pendek tidak panjang

Mengatur ritme nafas pendek-pendek juga akan membuat lari lebih lama. Ketika nafas panjang biasanya nafas mudah sekali ngos-ngosan sehingga laripun tidak mampu berlari cukup jauh.

  • Nafas yang berirama

Salah satu strategi yang sering digunakan oleh para atlet lari adalah salah satunya dengan mengatur ritme nafas yang konsisten. Misalnya ada dua orang pelari, pelari yang satunya mengambil nafas ketika  kali melangkah sedangkan pelari kedua bernafas ketika 3 kali melangkah. Ini sisesuaikan dengan kondisi tubuh.

  • Dengarkan nafas anda

Komunikasi nafas anda, ketika bernafas dengarkan secara seksama menggunakan telinga anda. Ketika nafas mulai terengah-engah kurangi kecepatan lari dan apabila kembali stabil tingkatkan secara bertahap.

 

Leave a Reply

*

Top