You are here
Home > Alat Utama Sistem Senjata > TNI AD Kreatif Dalam Merawat Tank AMX-13

TNI AD Kreatif Dalam Merawat Tank AMX-13

Tank AMX-13 datang ke Indonesia pada era tahun 1960, bersamaan itu datang juga Tank PT-76 buatan Russia. Kedua jenis tank tersebut di operasionalkan TNI-AD tetapi sekarang PT-76 sudah di operasionalkan oleh Marinir TNI-AL di lihat dari usia tank tersebut sepertinya sudah tidak mungkin dapat dioperasionalkan.

Tetapi dengan banyak program TNI-AD dalam merawat Peralatan Tempur agar tetap berfungsi maksimal, karena tank tersebut selalu diretrofit (diperbaiki) melalui Direktorad Peralatan Bengkel Pusat Peralatan TNI-AD. Sudah berkali-kali AMX -13 di retrofit mulai dari pemasangan mesin Detroit Diesel DDA GM6V-53 T, 6 silinder 2 langkah turbocharged dengan daya 290 BHP/2800 RPM dan Torsi 91,67 KGM/1600 RPM yang mampu meningkatkan power weight ratio dan pemakaian bahan bakar lebih hemat.

Pada Tahun 2014 Melalui Direktorad Peralatan Angkatan Darat dan PT. Pindad meretrofit Tank AMX-13 sehingga tampilan AMX-13 lebih gahar dan terlihat seperti baru, tidak seperti desain awal pabrikan Tank AMX-13. Mesinnya sendiri dirombak total memakai produk Navistar dari Amerika Serikat dengan daya sebesar 400HP. Untuk Turret atau kubah sudah menggunakan teknologi baru yang sudah di kombinasikan sistem kendali penembakan (FCS/Fire Control System) modern yang sudah memasukkan input dari sistem Laser Range finder (LRF) untuk memastikan jarak antara tank ke sasaran.

Baca juga :  SELAMAT HUT KAVALERI TNI AD SANG MONSTER TEMPUR INDONESIA

Sistem FCS yang digunakan bukanlah standar kubah FL-12 yaitu SOPTAC-18 buatan firma Sopelem, tetapi merupakan FCS modern buatan salah satu negara Eropa Barat. Bahkan untuk pengemudi pun disediakan sistem pengemudian berbasis LCD yang menginkorporasikan kamera FLIR/Thermal untuk melancarkan navigasi pada kondisi gelap malam.

TNI AD mempunyai dua tipe AMX-13 kanon, yaitu AMX-13 dengan meriam kaliber 105 mm dan AMX-13 dengan meriam kaliber 75 mm. AMX-13 dengan meriam 75 mm menggunakan kubah versi FL-11. Kubah ini dikembangkan pada tahun 50-an, dan digunakan untuk misi di Afrika Utara. Selain AMX-13, ranpur lain yang menggunakan kubah ini adalah Panhard EBR yang juga pernah digunakan oleh kavaleri TNI AD. Sementara AMX-13 dengan meriam 105 mm menggunakan kubah versi FL-12, versi kubah FL-12 inilah yang tetap dipertahankan dalam retrofit terkini AMX-13.

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top