You are here
Home > Tulisan > Umum > Virus Zika Mengancam Hidupmu

Virus Zika Mengancam Hidupmu

Virus Zika sampai saat ini terus mengancam dan meresahkan dunia. Bukan hanya di Brazil yang banyak terdapat virus ini, tetapi juga negara lainnya dengan temuan ratusan kasus infeksi virus Zika yang sampai menyebabkan, janin lahir dengan gangguan perkembangan otak dan ukuran kepala dibawah normal (mikrosefali).

Ketakutan pada Zika kali ini juga menyebar dengan cepat hingga Asia Tenggara. Virus Zika ini dikabarkan telah menjangkiti lebih dari 200 orang di Singapura, termasuk salah satunya adalah warga negara Indonesia.

Singapura hitungannya hanya sejengkal jarak dengan Indonesia. Dari sisi mobilitas, tak terhitung lagi berapa banyak warga negara Indonesia bolak-balik ke Singapura. Sehingga kondisi ini menjadikan kewaspadaan nasional maka Pemerintah mengeluarkan anjuran bepergian.

Tidak ada kepanikan dari Pemerintah terkait sebaran Virus Zika ini. Seperti antisipasi kasus-kasus penyakit karena virus global SARS, MERS-Cov dan EBOLA, oleh sebab itu Pemerintah menyiapkan langkah-langkah pencegahan melalui pintu-pintu masuk penerbangan dan pelabuhan. Dinas-dinas kesehatan di daerah pun mewaspadai Zika, diantaranya memaksimalkan kerja Puskesmas, termasuk kegiatan pemberantasan Nyamuk.

Tahukah Anda? Virus Zika adalah salah satu virus jenis dari Flavivirus. Virus ini memiliki kesamaan dengan virus Dengue, berasal dari kelompok Arbovirus. Proses penyebaran virus ini dihasilkan dari Nyamuk jenis Aedes Aegypti. Perkembangan Nyamuk tersebut sangat aktif di siang hari dan hidup serta berkembang biak di dalam maupun di luar ruangan yang dekat dengan manusia, terutama di area yang terdapat genangan air.

Lokasi penyebaran Virus Zika ini pertama kali di temukan pada hewan Monyet di Hutan Zika dan Uganda pada tahun 1947. Kasus penularan Zika pertama kali terjadi di Brazil. Jangan heran bila Virus ini nantinya akan sampai pada negara kita di Indonesia. Anda harus tahu bahwa, di Indonesia baru-baru ini telah di temukan Virus Zika di Jambi pada tahun 2015.

Apabila diantara sahabat sekalian ada yang mengalami gejala-gejala seperti Sakit Kepala, Konjungtivitis (mata kemerahan), Demam, Ruam pada kulit, nyeri otot dan persendian. Pada umumnya dampak yang akan sangat terlihat pada orang yang terkena Virus ini, dampak bagi kesehatannya akan sangat kelihatan, contohnya pada ibu terinveksi akan melahirkan anak yang mengalami kelainan pada pendengaran, Mikrosefali (ukuran kepala yang aneh, terkadang juga pada otak, kecil), kelainan pada penglihatan dan pertumbuhan Sindrom Guillain-Barre, sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi justru menyerang sel saraf sehingga bisa menyebabkan kelumpuhan.

Baca juga :  Hari Anak Nasional 2016

Ada beberapa cara penyebaran Virus ini yang harus anda ketahui:

  1. Melalui gigitan Nyamuk Aedes
  2. Penularan vertikal dari ibu hamil ke janin yang dikandungnya.
  3. Hubungan seksual
  4. Dimungkinkan juga melalui transfusi darah mengingat gejala yang muncul ringan dan tidak khas.

Pencegahan yang dapat kita lakukan untuk mengatasi Virus ini yaitu:

  1. Hindari gigitan Nyamuk dengan cara gunakan pakaian panjang dan tertutup, pakai losion anti Nyamuk, tidur menggunakan kelambu berinsektisida, tidur di ruangan dengan ventilasi ditutup kasa Nyamuk, gunakan pengaman saat berhubungan seksual.
  2. Pemberantasan sarang Nyamuk dengan cara menguras dan menutup penampungan air serta mendaur ulang barang bekas.
  3. Menaburkan larvasida pada tempat penampungan air.

Bagi anda yang sudah terkena virus tersebut konsumsi obat untuk meringankan gejala, minum air putih yang banyak serta istrahat yang cukup. Apabila anda merasa belum ada perubahan segeralah periksakan ke Rumah Sakit untuk opsi terakhir dalam pengobatan anda.

Demikian informasi dan pengetahuan yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi kita semua, salam sahabat ksatria. (Rhz/Cen)

Leave a Reply

*

Top