You are here
Home > Tulisan > Umum > WOOWWW…!!! Kehidupan Suku Korowai Ini, Luaaarr Biasa.. !!

WOOWWW…!!! Kehidupan Suku Korowai Ini, Luaaarr Biasa.. !!

Selamat siang sahabat Ksatria Pelindung Rakyat, pernah kah anda mendengar masih ada masyarakat di wilayah Indonesia yang tinggal di Pohon hampir setinggi 50 meter? Ya… Itu memang benar adanya dan mari kita lihat lebih jelasnya.

Sahabat Ksatria, ternyata ada lho orang yang berani tinggal di pohon setinggi 50 meter di atas tanah dan itu asli dari Indonesia..! Yap, bangunan berikut adalah rumah dari suku Korowai yang mendiami wilayah Kaibar, Kabupaten Mappi, Papua. Tidak seperti suku-suku yang ada di Papua membangun Honai sebagai tempat tinggal, namun untuk suku Korowai justeru tinggalnya dirumah Pohon yang ketinggiannya mulai dari 15 sampai 50 meter.

Kenapa sih mereka membangun rumah di atas pohon sampai setinggi itu..?!! Ini alasananya.

Mereka membangun rumah di atas pohon dengan alasan untuk menghindari binatang buas dan roh jahat yang ada di hutan tepat disekitar tempat tinggal mereka. Bahan yang digunakan untuk membuat rumah pohon berasal dari hutan dan rawa di sekitar mereka, seperti kayu, rotan, akar dan ranting pohon. Hebatnya bangunan dengan arsitektur unik ini, untuk mengikat bahan-bahan semua menggunakan tali, semua proses pembuatan rumah dilakukan dengan menggunakan tangan.

Bagi Sebagian orang di Indonesia masih belum banyak yang mengetahui dan mengenal suku Korowai. Terkadang masih ada yang mengatakan suku Korowai di Papua adalah satu-satunya suku kanibal yang diyakini masih tersisa di Indonesia hingga saat ini. Hal ini pasti sangat mengerikan bila orang awan yang mendengarnya.

Masyarakat Korowai tidak mengkonsumsi daging manusia secara sembarangan. Sebab, berdasarkan kepercayaan setempat, suku Korowai hanya membunuh manusia yang dianggap melanggar aturan terhadap kepercayaan mereka, misalnya, jika seseorang diketahui sebagai tukang sihir atau disebut Khuakhua.

Warga yang dicurigai sebagai Khuakhua akan diadili. Jika banyak bukti kuat yang memberatkannya, dia akan segera dibunuh dan dimakan. Anggota tubuh Khuakhua yang mati akan dibagi-bagikan kepada semua warga, otaknya akan dimakan selagi hangat dan orang yang membunuh Khuakhua berhak menyimpan tengkoraknya.

Baca juga :  Mengenal Penyebab Kram Perut

Jadi, bagi masyarakat Korowai, membunuh dan memakan daging menusia adalah bagian dari sistem peradilan pidana mereka. Setelah memakan habis tubuh Khuakhua, mereka akan memukul-mukul dinding rumah tinggi mereka dengan kayu sambil bernyanyi semalaman.

Bagi sebagian besar orang, kanibalisme mungkin sesuatu yang tak masuk akal dan mengerikan pada zaman modern seperti sekarang ini. Faktanya, hal ini masih ditemukan di Papua yaitu suku Korowai, meski dengan alasan-alasan khusus. Hampir semua orang dalam suku Korowai pernah memakan manusia. Jadi, bagi mereka kanibalisme bukan sesuatu yang tabu karena memang bagian dari adat budaya mereka.

Sahabat Ksatria juga harus tahu, ada lebih kurang 250 suku yang ada di Papua, 271 bahasa daerah dari 5 wilayah di adat di Papua yang saat ini sudah terdaftar dan juga keberagaman adat istiadat serta tradisi dalam tatanan kehidupan masyarakat Papua. Hal ini menunjukkan bahwa betapa kekuatan Bangsa Indonesia sebagai Bangsa yang besar tidak dimiliki oleh bangsa lain.

Kekuatan Nawacita sebagai bagian dari integrasi Bangsa yang termuat dalam ideologi Bangsa Indonesia yang kuat berdiri atas kaki sendiri tanpa bergantung pada bangsa lain, dan memiliki prinsip saling menghormati dalam perbedaan kehidupan adat istiadat di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Salam Papua. (Rhz)

Leave a Reply

*

Top